UMKM Lapas Luwuk Bagikan Takjil Ramadhan

KABAR  BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang bermanfaat bagi Warga Binaan. Melalui kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat, Lapas Luwuk memperkenalkan hasil produk pembinaan kepribadian bidang tata boga yang melibatkan Warga Binaan Wanita, Sabtu (15/03).

Takjil yang dibagikan merupakan hasil olahan langsung dari program pembinaan tata boga yang secara rutin dilaksanakan di dalam Lapas.

Berbagai menu takjil seperti kue tradisional dan minuman berbuka puasa diproduksi oleh Warga Binaan Wanita di bawah pendampingan Petugas, sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan serta menumbuhkan rasa percaya diri bagi para peserta pembinaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum berbagi di bulan suci Ramadhan, tetapi juga menjadi sarana untuk menunjukkan hasil positif dari program pembinaan yang dijalankan di dalam Lapas.

Baca Juga Berita Ini:  Perkuat Budaya Kerja, Lapas Luwuk Deklarasikan Komitmen Bersama Zona Integritas  Menuju WBK

“Melalui kegiatan pembagian takjil ini, kami ingin menunjukkan bahwa Warga Binaan memiliki potensi untuk berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Program pembinaan tata boga ini kami jalankan secara berkelanjutan agar mereka memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Bahrun.

Ia menambahkan bahwa pelibatan Warga Binaan Wanita dalam kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan yang menekankan pada pengembangan keterampilan praktis sekaligus membangun nilai kepedulian sosial.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, memberikan apresiasi atas inisiatif Lapas Luwuk yang mampu memadukan kegiatan pembinaan dengan aksi sosial kepada masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Lapas Luwuk yang menjadikan program pembinaan sebagai kegiatan yang produktif dan berdampak positif.

 Kegiatan berbagi takjil dari hasil karya Warga Binaan ini menunjukkan bahwa proses pembinaan di Lapas berjalan dengan baik dan mampu menumbuhkan keterampilan serta nilai kepedulian sosial,” ungkapnya.

Baca Juga Berita Ini:  Begal Motor di Bualemo Ditangkap dalam Waktu Kurang Dari Sejam

Menurutnya, program pembinaan seperti ini sejalan dengan tujuan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam Lapas, tetapi juga mempersiapkan Warga Binaan agar mampu kembali dan berkontribusi secara positif di masyarakat.

Kegiatan pembagian takjil ini mendapat respons positif dari masyarakat yang menerima langsung hasil olahan Warga Binaan. Selain menjadi sarana berbagi di bulan Ramadhan, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata bahwa pembinaan di Lapas dapat melahirkan karya yang bermanfaat.

Program pembinaan tata boga yang dilaksanakan oleh Lapas Luwuk sendiri direncanakan akan terus berjalan secara berkelanjutan, dengan harapan mampu meningkatkan keterampilan dan kemandirian Warga Binaan sebagai bekal kehidupan setelah menjalani masa pidana. Red/Humas-LPLuwuk. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *