Ramadhan Penuh Kebersamaan, Dandim 1308/LB Bangun Komunikasi Harmonis Dengan Wartawan Luwuk

KABAR BANGGAI- Begitu bertugas di Luwuk, Kabupaten Banggai, Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 1308 Luwuk/Banggai, Letkol Inf. Cepi Kartiwa, S.Pd, langsung bersilaturahmi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya.

 Tidak terkecuali dengan sejumlah wartawan media cetak dan online di daerah ini.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (1/3/2026) sekira pukul 21.00 Wita di Aula Markas Kodim 1308 Luwuk/Banggai itu, dibalut dengan tema “Silaturahmi Bersama Komandan Kodim 1308 Luwuk/Banggai dan PJU Bersama Rekan-Rekan Media”.

Acara Silaturahmi yang dibuka langsung oleh Dandim 1308 Luwuk/Banggai, Letkol Inf. Cepi Kartiwa, S.Pd ini, dihadiri Kasdim 1308 Luwuk/Banggai, Staf Perwira dan puluhan wartawan di Luwuk.

“Pada dasarnya kami berkumpul di sini dengan rekan-rekan, dengan saudara-saudara adalah khususnya saya, kalau Pak Kasdim dan perwira lainya adalah orang lama. 

Khususnya saya sebagai warga baru, tentunya harus mengetahui siapa yang berada dilingkungan itu, siapapun, karena sebagai warga baru tentunya kami mohon bimbingan dan arahan terkait dengan ketidaktahuan saat ini, sebagai warga baru yang ingin tahu, sehingga diawali dengan silaturahmi dan perkenalan,” kata Dandim 1308 Luwuk/Banggai.

Ia mengakui, sebagai warga baru yang tentunya harus banyak tahu tentang kewilayahan. Bagaimana caranya, yaitu tentunya banyak pihak yang perlu digandeng untuk bisa diajak untuk komunikasi, salah satu dengan rekan-rekan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banggai.

Tentunya sambung dia, yang perlu digaris bawahi adalah dengan berharap sebagai Komandan Kodim tentunya perlu adanya sinergitas, antara Kodim dengan wartawan, kaum pers. Biar bagaimanapun, pers itu merupakan salah satu informasi vital.

“bagi saya ataupun bagi kami. Apabila segala sesuatu yang sedang kita laksanakan, atau apapun yang akan kami laksanakan. 

Kenapa, merupakan salah satu media informasi yang bisa komunikasikan se Indonesia Raya, maupun sedunia. 

Orang langsung menyaksikan secara visual atau secara kasat mata. Bisa dengan informasi visual atau dengan informasi audio. 

Dalam hal ini, tentunya kami mohon kerjasama, sinergitas terkait apapun dalam hal ini adalah Kodim, baik dari segi personilnya, dari segi tugas dan tanggungjawabnya yang berada di kewilayahan tiga kabupaten ini, sehingga bagaimanapun yang penting adalah komunikasi,” ujarnya.  

Baca Juga Berita Ini:  Tewas Saat Salip di Tikungan: Yamaha MX Tanpa Plat Hantam Innova di Trans Batui-Luwuk

Ketika komunikasi itu berjalan, komunikasi itu berkelanjutan menurut Letkol Inf. Cepi Kartiwa, ada sesuatu hal yang memang mis akan terkomunikasikan dengan baik. 

Tapi, kalau tidak kenal, tidak tahu bahkan mungkin tidak dekat, ya mungkin di situ akan ada suatu momen-momen, yang kamu siapa. 

Tapi, kalau, oh jangan tidak enak ini, dikenal, tolong. Tapi kalau tidak kenal, tidak tahu, bahkan tidak mau tahu, karena tidak sengaja. 

Begitulah, naluri sebagai warga Negara Indonesia seperti itu. Karena Indonesia, budayanya yang adaptif, penuh dengan kekeluargaan. 

Kalau kekeluargaan itu terputus, maka sudah akan ada lagi yang baik secara emosional.   

Selanjutnya kata dia,sebagai Dandim yang baru, seperti yang disampaikan awal. Perlu adanya, sinergitas yang baik, berkelanjutan, sehingga bagaimana, perlu ada komunikasi. 

Tidak apa-apa, langsung sampaikan. Karena waktu diundang pada hari pers, berada di Jakarta, sehingga diwakili oleh Pasi Intel. 

“Media itu sangat vital, kenapa, bagaimanapun kami sebagai organisasi yang diatur oleh Negara, tentu perlu bantuan secara publikasi yang baik dan benar. 

Mungkin satu sama lain saling memberikan hal-hal yang positif, begitu. Ketika itu sudah bisa terjalin, ya, kami sangat bersyukur, kami sangat berterima kasih. 

Namun bagaimanapun, ya tetap kita berbuat yang baik, dalam hal ini adalah Kodim. Sehingga apa, yang menjadi baik, yakni menjadi informasi yang luas, kalau tidak baik, sebaliknya,” tuturnya.

Sebagai Dandim jelasnya, Intel Kodim selalu memberikan jam komandan, memberikan informasi kepada personil yang harus dilaksanakan. 

Ada yang harus, dan ada yang tidak boleh, sehingga ada batasan-batasan gerak prajurit seperti apa di kewilayahan. Beda kalau waktu di Batalyon, waktu di satuan tempur beda kewilayahan. 

Kalau di Batalyon itu paling hebat. Wah jagonya.

Apalagi di Aceh saat militer kata dia, itu sudah menjadi milik prajurit, milik TNI dan Polri. 

Baca Juga Berita Ini:  Inflasi di Luwuk Meningkat, Fraksi Gerindra Desak APBD Perubahan Fokus Kesejahteraan Rakyat

Tapi, di kewilayahan tidak seperti itu. Bagaimanapun harus mengayomi, bersinergis dan berkolaborasi. Sehingga situasi aman dan nyaman. 

Ya sudah tentara ini jago-jagoan. Tentara ini salah satu pelindung dan pengayom. Dan bahkan menjadi benteng terdepan untuk masyarakat. Dari segi apa, ya dari segi kewilayahan. 

“Karena tugas dan tanggungjawab berbeda. Terus selanjutnya, untuk komunikasi yang baik dan interaktif, Insya Allah akan melanjutkan hubungan silaturahmi kita. 

Bagaimana, ya, seperti yang saya sampaikan. Dimasa kepemimpinan saya saat ini, ya tentunya, saya selalu berupaya, berkomunikasi, dan berkolaborasi. 

Begitupun sama dengan perwira kami, silahkan. Jangan hanya dengan Pasi Intel dan Danyonit saja. Kami ada staf perwira, dalam hal ini levelnya, Kepala Dinas, kalau di Forkopimda. Kalau saya dengan Bupati, kalau Kasdim dengan Wakil Bupati,” jelas Dandim.

Ia mengatakan, kedudukan para Pasi adala kepala dinas (Kadis). Hayan terbatas, Pasi hanya ada 5, kalau Kadis ada 35. Itu levelnya. 

Ayo komunikasi, jadi Kalau kepala dinas bukan Dandim yang turun tangan, tetapi Pasi, kan levelnya seperti itu. 

Sehingga saling kenal, saling tahu. Begitupun dengan rekan-rekan pers atau wartawan, sama. Kodim membawahi beberapa bidang, ada Intelejen, ada operasi, ada personil, ada logistik, dan ada teritorial. 

Terkait dengan bidang-bidang itu kata dia, apabila diperlukan komunikasi bisa langsung saja, tidak apa-apa. 

Yang pasti Pasi melakukan laporan sama Dandim. Sebelum Pasi melakukan tindakan ataupun aktivitas untuk satuan. 

Karena di Kodim adalah garis komando, jadi tidak bisa memberikan informasi dengan berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus ada satu pintu, yaitu komando. 

“Mungkin dari rekan-rekan bisa menyampaikan, termasuk situasi kondisi saat ini di kewilayahan, baik segi politik, ekonomi, sosial, budaya dan sebagainya. 

Bisa disampaikan, sehingga kami dan perwira Kodim, bisa mengetahui dan mempelajari, sehingga bisa mengambil sikap seperti apa,” tambahnya. RUM**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *