“PLN UIP Sulawesi Gandeng Media Tinjau PLTMG Luwuk 40 MW, Tonggak Swasembada Energi Banggai”

KABAR BANGGAI – Langkah besar dalam memperkuat sistem ketenagalistrikan wilayah timur Indonesia akhirnya terwujud. PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi bersama Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Tengah resmi mengoperasikan infrastruktur ketenagalistrikan strategis, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Luwuk berkapasitas 40 Megawatt (MW) lengkap dengan jaringan transmisi 150 kV pertama di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Kabupaten Banggai. Selain memperkuat sistem kelistrikan, PLTMG Luwuk menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi, sebagaimana sejalan dengan visi pembangunan energi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

banner 900x250 banner 900x250

General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, dalam agenda Site Media PLN di Luwuk pada Selasa (17/6), mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan di Luwuk ini memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami memilih Luwuk sebagai lokasi kegiatan Site Media karena pembangunan kelistrikan di sini sangat spesial. Tema besar kita hari ini adalah “Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Melalui Swasembada Energi di Kabupaten Banggai.” Ini bukan hanya slogan, tapi nyata, karena Luwuk menjadi contoh daerah yang sukses mengelola potensi energi lokalnya sendiri,” ujar Wisnu.

Selama ini, sistem kelistrikan di Kabupaten Banggai bersifat isolatif, dengan tegangan hanya 20 kilovolt (kV). Kebutuhan listriknya dipenuhi oleh pembangkit-pembangkit kecil berbahan bakar diesel yang tersebar di berbagai titik, dihubungkan melalui Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) 20 kV.

Konsekuensinya, biaya operasional tinggi karena bergantung pada solar subsidi, emisi karbon yang tinggi, serta tingkat keandalan rendah akibat seringnya gangguan pada pembangkit kecil tersebut.

Baca Juga Berita Ini:  Lapas Luwuk Gandeng Aisyiyah Banggai, Beri Pembinaan Khusus Warga Binaan Wanita

“Kalau terus-menerus pakai diesel, biayanya mahal, emisi karbonnya juga tinggi. Sementara kita punya gas alam dari JOB Tomori yang jauh lebih efisien,” tegas Wisnu.

Kehadiran PLTMG Luwuk menjadi jawaban atas tantangan tersebut. Dengan memanfaatkan pasokan gas alam dari Joint Operation Body (JOB) Pertamina – Medco E&P Tomori Sulawesi, sistem kelistrikan di Luwuk kini memiliki sumber energi primer sendiri yang jauh lebih efisien dan ramah lingkungan.

PLTMG Luwuk menggunakan mesin ROLLS-ROYCE dengan konfigurasi 5 x 8 MW, menandai komitmen PLN dalam mendukung transisi energi dan swasembada listrik. Energi listrik dari PLTMG Luwuk dialirkan menuju Gardu Induk (GI) Luwuk melalui jaringan transmisi tegangan tinggi.

Dari tegangan 11 kV, listrik dinaikkan menjadi 150 kV untuk kemudian didistribusikan ke wilayah Luwuk dan Toili.

PLN tidak hanya membangun pembangkit listrik, tetapi juga melengkapi sistemnya dengan tiga gardu induk dan dua jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV, antara lain:

  1. Gardu Induk 150 kV PLTMG Luwuk
  2. Gardu Induk 150 kV Luwuk (kapasitas 60 MVA, setara dengan kebutuhan sekitar 46.000 rumah tangga)
  3. Gardu Induk 150 kV Toili (kapasitas 30 MVA, setara dengan 23.000 pelanggan rumah tangga)

Adapun dua jaringan transmisi yang telah dibangun, yaitu:

  • SUTT 150 kV GI Luwuk – PLTMG Luwuk, sepanjang 50,3 kilometer dengan 133 menara.
  • SUTT 150 kV GI Toili – PLTMG Luwuk, sepanjang 24 kilometer dengan 69 menara.

Wisnu menambahkan bahwa PLTMG Luwuk mampu melistriki lebih dari 30.000 rumah dan mendukung kebutuhan industri hingga 30 MW. Pembangkit ini juga mendukung program nasional dedieselisasi yakni pengurangan penggunaan pembangkit diesel sekaligus mampu menurunkan emisi karbon hingga 75.000 ton CO₂ per tahun. Dari sisi efisiensi biaya, PLN berpotensi menghemat hingga Rp235 miliar per tahun berkat penggantian PLTD di sistem Luwuk.

Baca Juga Berita Ini:  Sinergi Kemanusiaan, Kemenag Banggai Gelar Pasar Murah dan Donor Darah Semarakkan Hari Amal Bakti Kementrian Agama ke-80

Tak hanya soal teknis dan biaya, Wisnu juga menyinggung tantangan besar yang dihadapi selama proses pembangunan, salah satunya pandemi COVID-19 yang memperlambat pekerjaan. Namun dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Banggai dan sinergi semua pihak, proyek tersebut akhirnya sukses diselesaikan.

“Ke depannya, PLN akan membangun jaringan 150 kV lanjutan dari GI Toili ke Poso, yang akan melalui dua gardu induk tambahan, yaitu GI Bunta dan GI Ampana. Kalau ini tersambung, Kabupaten Banggai akan menjadi bagian dari sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) yang memiliki surplus energi,” jelas Wisnu.

Jika sudah terintegrasi sepenuhnya, pasokan energi ke Banggai akan semakin andal, bahkan bisa mendapat suplai tambahan dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso berkapasitas 535 MW yang jauh lebih bersih.

Sementara itu, Production Operation Superintendent JOB Tomori, Joko Lelono, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung operasional PLTMG Luwuk secara berkelanjutan. “Saat ini kami memiliki 11 sumur gas aktif, dan 8 sumur lagi sedang proses pengerjaan. Cadangan gas kami mencukupi untuk mendukung ketahanan energi di Banggai,” ujar Joko.

Dengan keberadaan PLTMG Luwuk, Kabupaten Banggai kini memiliki peluang besar menjadi daerah dengan ketahanan energi yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, langkah ini juga menjadi kontribusi nyata dalam agenda besar transisi energi nasional menuju masa depan yang lebih hijau dan ramah lingkungan.( MAM) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *