Pemuda Muhammadiyah Gelar FGD Bersama Aleg Gerindra, Suara Pahlawan Kebersihan Jadi Sorotan

KABAR BANGGAI – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Banggai menggelar kegiatan “Kilo 5 Clean Up Day” yang dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama para petugas kebersihan. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Banggai, Hj. Wardani Murad Husain, serta dua Aleg Partai Gerindra, Herdi Djiada dan Lutfi Samaduri.Minggu  26 Oktober 2025.

Pagi harinya, para peserta turun langsung melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Kilo 5, sebelum beranjak ke Kilo 7 Kelapa Muda untuk berdiskusi. Dalam suasana santai namun penuh makna, para “pahlawan kebersihan” menyampaikan keluh kesah mereka kepada para wakil rakyat yang hadir.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Banggai, Wahidin Rahman, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial memperingati Hari Sumpah Pemuda, melainkan momentum nyata untuk membuka ruang dialog antara pekerja lapangan dan pembuat kebijakan.

Baca Juga Berita Ini:  “Dini Hari Berdarah di All Swalayan: Pegawai Tewas, Perampok Mengamuk Saat Rencana Gagal Total”

“Kami ingin suara mereka didengar. Para petugas kebersihan ini garda terdepan menjaga wajah kota. Mereka pantas mendapat perhatian dan solusi nyata, bukan sekadar ucapan terima kasih tiap 17 Agustus,” ujarnya menyindir halus.

Sementara itu, Ketua PDM Banggai, Farid Haluti, menyoroti pentingnya kesadaran lingkungan.

“Menjaga alam tidak cukup dengan bersih-bersih satu kali, tapi dengan perilaku setiap hari. Kalau sampah tetap dibuang sembarangan, mau seberapa banyak pun tenaga kebersihan, kota ini tetap akan kotor,” tegasnya.

Dalam sesi diskusi, Hj. Wardani Murad menyampaikan bahwa penanganan sampah di perkotaan tidak bisa dibebankan hanya kepada petugas kebersihan.

“Kendaraan pengangkut harus memadai, tempat sampah di tiap kompleks perlu disiapkan, dan yang paling penting-kesadaran masyarakat jangan dibiarkan ikut-ikutan malas,” kata Wardani.

Baca Juga Berita Ini:  Di Balik Jeruji Lapas Luwuk, Doa Bersama Dikirimkan Untuk Persatuan Bangsa

la juga menambahkan, aspirasi para petugas kebersihan akan dibawa ke rapat pembahasan anggaran tahun 2026 bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Kebersihan kota adalah kerja bersama. Di Palu saja, Walikotanya ikut turun langsung memonitor. Artinya, kalau mau Luwuk bersih, semua harus bergerak,” ujarnya menutup diskusi.

Kegiatan ini menjadi cerminan sederhana namun bermakna, ketika pemuda turun tangan, sampah bisa terangkat-tapi ketika kesadaran tumbuh, barulah perubahan bisa bertahan.( Imam ) **

Penulis : Imam Muslik Editor : Imam Penerbit : Kabarbanggai.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *