Warga Binaan Lapas Luwuk Jual Produk Kemandirian, Bukti Nyata Pembinaan yang Produktif

KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk kembali menunjukkan hasil nyata dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. 

Melalui kegiatan penjualan hasil pelatihan tata boga dan pertanian, Warga Binaan kini tidak hanya terampil, tetapi juga produktif menghasilkan karya bernilai ekonomi.

banner 900x250

Produk yang dijual merupakan hasil dari pelatihan kemandirian, antara lain sambal ikan roa dan abon ayam dari program tata boga, serta sayur dalundung dan sawi segar hasil panen Warga Binaan. 

Penjualan dilakukan kepada pengunjung di aula kunjungan serta Warga Binaan di dalam Lapas (khusus produk tata boga) 

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi bukti konkret keberhasilan pembinaan kemandirian di Lapas Luwuk. 

“Melalui kegiatan ini, Warga Binaan dapat belajar berwirausaha, memahami proses produksi hingga pemasaran, dan merasakan manfaat ekonomi dari hasil kerja mereka. Ini adalah langkah menuju kemandirian yang sesungguhnya,” ujarnya.

Baca Juga Berita Ini:  Catat Tanggalnya! Pelayanan SIM dan SKCK Polres Banggai Libur Akhir Januari

Ia juga menambahkan bahwa seluruh hasil penjualan produk tersebut akan digunakan kembali untuk mendukung operasional kegiatan kerja kemandirian tata boga, agar program pembinaan terus berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.

Salah satu pengunjung yang membeli produk, Sebut saja Rahmawati, mengaku terkesan dengan hasil karya warga binaan. 

“Saya tidak menyangka sambal ikan roa dan abon ayam buatan Warga Binaan rasanya enak sekali. Sayurannya juga segar. Ini membuktikan bahwa pembinaan di Lapas benar-benar membawa hasil positif,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, memberikan apresiasi terhadap langkah kreatif yang dilakukan Lapas Luwuk. 

“Program seperti ini merupakan contoh nyata pembinaan yang berdampak. Warga Binaan tidak hanya mendapat pelatihan, tetapi juga pengalaman ekonomi yang membentuk mental produktif dan bertanggung jawab. 

Baca Juga Berita Ini:  Penyertaan Modal Banggai Energi Utama: Antara Kepentingan Publik dan Potensi Korupsi

Ini sejalan dengan semangat *Pemasyarakatan Produktif* yang dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan,” tuturnya.

Kegiatan ini juga memberikan manfaat luas bagi lingkungan Lapas, Warga Binaan, dan masyarakat,Produk Kemandirian,

Lapas mendapatkan sumber pendanaan tambahan untuk pembinaan, Warga Binaan memperoleh pengalaman kerja dan kepercayaan diri, sementara masyarakat dapat menikmati produk berkualitas hasil karya mereka.

Dengan semangat kolaborasi dan pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Luwuk terus berkomitmen menjadi wadah pembentukan pribadi mandiri, terampil, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat setelah kembali ke tengah kehidupan sosial. Red-Humas/Lapas Luwuk**

Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *