KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk, mengambil langkah inovatif untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pagi hari di Lapas Luwuk kini diawali dengan kegiatan non-formal bertajuk “Coffee Morning”, sebuah forum santai di mana seluruh jajaran berdiskusi sambil bertukar pikiran untuk membahas kejadian-kejadian yang menonjol belakang ini, Selasa (26/08/25).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Luwuk, Muhammad Bahrun. Ia menjelaskan bahwa “Coffee Morning” bukan sekadar ajang minum kopi, melainkan wadah untuk membahas isu-isu penting secara ringan. “Ini adalah cara kami untuk memecahkan kebekuan birokrasi. Dengan suasana yang lebih santai, kami bisa berdiskusi lebih terbuka mengenai kendala di lapangan dan mencari solusi terbaik untuk pelayanan,” ujar Bahrun.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai masukan dan laporan dari setiap seksi dibahas tuntas. Mulai dari peningkatan keamanan, program pembinaan, pengawasan terhadap seluruh pegawai hingga pelayanan kunjungan, semuanya dievaluasi secara transparan. Diskusi yang interaktif ini memungkinkan seluruh jajaran, dari yang eselon V hingga Eselon IV, untuk berkontribusi aktif.
“Kami ingin memastikan setiap aspek pelayanan kami berjalan Prima. Dengan Coffee Morning’, setiap keluhan atau masukan dari masyarakat bisa cepat ditindaklanjuti karena komunikasi antarstaf dan pejabat struktural menjadi lebih lancar,” tambah Bahrun.

Salah satu pejabat struktural, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binapigiatja), Taufiq, menyoroti pentingnya kolaborasi. “Melalui forum seperti ‘Coffee Morning’ ini, kami bisa menyelaraskan program kerja antar seksi. Misalnya, program pembinaan harus didukung oleh pengamanan yang solid, dan data dari seksi registrasi harus akurat. Ini memperkuat sinergi kita,” jelasnya.
Sejak program ini berjalan, Lapas Luwuk mencatat peningkatan signifikan dalam responsibilitas dan efisiensi kerja. Suasana kerja pun terasa lebih harmonis karena para staf merasa lebih dekat satu sama lain. Program ini juga mendapat apresiasi dari Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Tengah sebagai salah satu contoh praktik baik dalam manajemen lembaga pemasyarakatan.
Lapas Luwuk membuktikan bahwa inovasi sederhana seperti ‘Coffee Morning’ bisa memberikan dampak besar. Komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan publik kini tidak hanya menjadi target, tetapi juga budaya kerja yang dibangun setiap pagi. Red/Humas-LPLuwuk**












