Panen Raya Lapas Luwuk: Bukti Nyata Warga Binaan Mampu Mandiri

KABAR BANGGAI  – Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk menunjukkan hasil nyata dari program pembinaan kemandirian. Pada hari ini, Kalapas Bersama jajaran melaksanakan panen aneka komoditas pertanian di lahan yang berada di dalam area blok hunian Lapas, Kamis (21/8/25).

Kegiatan panen ini merupakan puncak dari kerja keras para warga binaan dalam mengelola lahan terbatas menjadi area produktif. Lahan yang sebelumnya kosong kini ditanami berbagai jenis sayuran dan buah-buahan yang hasilnya dapat dinikmati.

banner 900x250 banner 900x250

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi para WBP. “Program pembinaan kemandirian ini bukan hanya tentang menanam, tetapi juga melatih mental, disiplin, dan tanggung jawab. Hasil panen ini membuktikan bahwa mereka memiliki potensi besar untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujarnya.

Baca Juga Berita Ini:  "Sudah Berdamai, Namun Kasus Tetap Berjalan, Kisah Pencurian Beras di Kamiwangi Yang Jadi Sorotan Hukum"

Dalam panen kali ini, total hasil yang didapatkan cukup memuaskan. Rinciannya, sawi sebanyak 24 kg, kangkung sebanyak 22 kg, terong sebanyak 5 kg, dan tomat sebanyak 3 kg. Hasil panen ini rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur di dalam lapas, sehingga dapat mengurangi biaya pengeluaran dan memastikan ketersediaan bahan pangan yang segar dan sehat bagi seluruh warga binaan.

Salah satu warga binaan yang terlibat dalam kegiatan ini, dengan inisial SA, mengungkapkan rasa bangganya. “Kami senang sekali bisa ikut serta dalam kegiatan ini. Selain mengisi waktu luang, kami juga mendapatkan ilmu baru tentang cara bertani. Ini bekal yang sangat berharga untuk kami saat kembali ke masyarakat nanti,” katanya dengan penuh semangat.

Baca Juga Berita Ini:  Natal Nasional Virtual di Lapas Luwuk, Menginspirasi Dengan Pesan Kasih dan Pengampunan

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Bapak Bagus Kurniawan mengapresiasi inovasi yang dilakukan Lapas Luwuk. “Kami sangat mendukung setiap kegiatan pembinaan yang dapat meningkatkan keterampilan dan kemandirian warga binaan. Program pertanian ini adalah contoh nyata bahwa Lapas bukan hanya tempat untuk menjalani hukuman, tetapi juga sebagai pusat rehabilitasi yang efektif,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi warga binaan lainnya untuk terlibat aktif dalam program pembinaan, serta menunjukkan kepada masyarakat bahwa Lapas berperan sebagai lembaga rehabilitasi yang efektif dalam membina warga binaan untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat sebagai individu yang produktif dan bermanfaat. Red/Humas-LPLuwuk**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *