Satu Rasa Dalam Jeruji, Lapas Luwuk Gelar Doa Lintas Agama Untuk Gempa Palu

KABAR BANGGAI  – Tembok tinggi dan jeruji besi tidak menjadi pembatas bagi rasa kemanusiaan dan empati. Menanggapi musibah gempa bumi yang mengguncang Palu dan sekitarnya, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk menggelar aksi doa bersama lintas agama secara serentak pada, Rabu (17/6).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh Petugas Lapas dan Warga Binaan yang terbagi di tiga tempat ibadah berbeda di dalam lingkungan Lapas, yakni Masjid At-Taubah (Islam), Gereja El-Roy (Kristen), dan Pura Maitri Santhi (Hindu).

banner 900x250

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun menyatakan bahwa aksi ini murni lahir dari rasa solidaritas mendalam dari para Warga Binaan untuk saudara-saudara mereka yang sedang tertimpa musibah di Palu.

“Meskipun raga mereka sedang berada di dalam jeruji untuk menjalani masa pembinaan, hati dan doa mereka tetap menyatu dengan masyarakat di luar, khususnya bagi para korban gempa di Palu. Kita mengetuk pintu langit bersama-sama, memohon keselamatan dan kekuatan,” ujarnya.

Baca Juga Berita Ini:  “SANGALU”, Semangat Baru Lapas Luwuk Menuju Pelayanan Prima

Lantunan doa, zikir, dan nyanyian pujian terdengar bersahut-shutan dari sudut-sudut Lapas. Suasana haru begitu terasa, bahkan beberapa Warga Binaan tak kuasa menahan air mata saat mengingat keluarga dan sanak saudara mereka yang berada di area terdampak bencana.

Di Masjid Lapas, para Warga Binaan muslim melaksanakan zikir dan doa keselamatan bersama pemuka agama setempat.

Sementara itu, di dalam Gereja Lapas, jemaat Nasrani berkumpul dengan khusyuk menaikkan lagu-lagu pujian dan melantunkan doa syafaat bersama untuk pemulihan Kota Palu serta kekuatan bagi para korban.

Di sudut lain, tepatnya di Pura Lapas, Warga Binaan beragama Hindu melaksanakan persembahyangan Kramaning Sembah, memohon kepada Sang Hyang Widhi Wasa agar bumi segera tenang dan masyarakat diberikan ketabahan.

Salah satu Warga Binaan yang berinisial A yang turut mengikuti kegiatan ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada pihak Lapas yang telah memfasilitasi aksi kemanusiaan tersebut. Ia menegaskan bahwa keterbatasan fisik di dalam Lembaga Pemasyarakatan sama sekali tidak melunturkan kepedulian mereka terhadap penderitaan sesama.

Baca Juga Berita Ini:  Mengenal Kusta Lebih Dekat, Lapas Luwuk Berikan Sosialisasi Kepada Warga Binaan

“Kami sangat merasakan duka yang dialami oleh saudara-saudara kita di Palu. Meskipun kami berada di sini dengan segala keterbatasan ruang gerak dan tidak bisa membantu secara fisik atau materi, namun lewat doa bersama lintas agama inilah bentuk ketulusan dan dukungan moral yang bisa kami kirimkan dari balik jeruji.

Kami memohon agar situasi di sana segera pulih dan seluruh korban diberikan ketabahan yang luar biasa,” ungkap

Aksi doa bersama lintas agama ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah masa-masa sulit, persatuan, toleransi, dan rasa kemanusiaan di dalam Lapas Luwuk tetap terjaga dengan sangat kuat. Kegiatan religius ini akhirnya ditutup dengan aman, tertib, dan penuh dengan aura kedamaian. ( Rilis Lapas Luwuk) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *