Memperkuat Integritas: BPOM Banggai dan Bea Cukai Luwuk Bersinergi Wujudkan Wilayah Bebas Korupsi

KABAR BANGGAI –  Kantor BPOM Banggai menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani. Pada hari Senin, 8 Agustus 2025, bertempat di Kantor BPOM Banggai, diselenggarakan sebuah sesi berbagi pengetahuan atau sharing session yang mengundang Kantor Bea Cukai Luwuk.

Acara ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antarinstansi pemerintah di Kabupaten Banggai dalam mengimplementasikan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

banner 900x250

Acara yang berlangsung penuh kehangatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan staf dari kedua instansi. Kepala Kantor BPOM Banggai, Ibu dr. A. Setyo, dalam sambutannya menekankan pentingnya reformasi birokrasi sebagai fondasi utama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Baca Juga Berita Ini:  Meniti Harapan di Ujung Peluh: Kecamatan Batui Selatan Meraih Prestasi Gemilang

“Reformasi birokrasi bukan hanya sekadar slogan, tetapi harus menjadi budaya kerja yang melekat pada setiap individu.

Melalui sinergi dengan Bea Cukai Luwuk, kami berharap bisa belajar banyak dari praktik terbaik yang telah mereka terapkan dalam membangun zona integritas,” ujar beliau.

Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Luwuk, Mu’amar Khadafi, menyambut baik inisiatif dari BPOM Banggai. Beliau berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam proses panjang menuju WBK dan WBBM.

“Perjalanan ini tidaklah mudah. Kunci utamanya adalah komitmen pimpinan dan seluruh jajaran, serta adanya sistem pengawasan internal yang kuat. Integritas harus dimulai dari diri sendiri, lalu menular ke seluruh tim,” jelas Mu’amar khadafi.

Sesi diskusi berjalan interaktif, di mana para peserta dari BPOM Banggai aktif bertanya mengenai strategi-strategi inovatif yang telah dilakukan Bea Cukai Luwuk.

Baca Juga Berita Ini:  Begal Motor di Bualemo Ditangkap dalam Waktu Kurang Dari Sejam

Beberapa topik yang menjadi fokus pembahasan antara lain adalah digitalisasi layanan, pengawasan internal, peningkatan disiplin pegawai, dan strategi komunikasi untuk melibatkan seluruh staf dalam proses perubahan.

Penekanan diberikan pada bagaimana membangun ekosistem kerja yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi instansi lain di Kabupaten Banggai untuk bersama-sama bergerak dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan melayani.

Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap birokrasi akan semakin meningkat, dan pada akhirnya, hal ini akan mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan di daerah.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *