KABAR BANGGAI – Malam pengantar tugas Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng), Bagus Kurniawan yang digelar pada Sabtu, (13/6/2026) di Lapas Kelas IIA Palu, menjadi momentum refleksi atas berbagai capaian yang berhasil ditorehkan Pemasyarakatan Sulawesi Tengah selama masa kepemimpinannya sejak 2025 hingga 8 Juni 2026.
Setelah mendapat amanah baru sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku Utara, Bagus meninggalkan sejumlah catatan positif yang memperkuat posisi Pemasyarakatan Sulawesi Tengah dalam bidang reformasi birokrasi, pelayanan publik, pembinaan warga binaan, hingga keterbukaan informasi publik.
Di bawah kepemimpinannya, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah berhasil meraih peringkat ketiga nasional untuk kategori Kanwil Terproduktif dalam pelaporan 13 Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Sulawesi Tengah juga tercatat sebagai salah satu Kanwil dengan kontribusi publikasi terbanyak dalam mendukung penyebarluasan informasi Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPA Fest) 2025, ajang nasional yang menampilkan karya dan produk unggulan warga binaan dari seluruh Indonesia.
Tidak hanya pada bidang kehumasan, capaian reformasi birokrasi juga menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, tiga satuan kerja berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), yakni LPKA Kelas II Palu, Rutan Kelas IIB Poso, dan Lapas Kelas III Kolonodale.

Pada sektor pelayanan publik, dua satuan kerja berhasil memperoleh penghargaan Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik dari Ombudsman Republik Indonesia dengan predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tanpa Maladministrasi, yakni Lapas Kelas IIB Luwuk dan Rutan Kelas IIB Poso.
Capaian tersebut diperkuat dengan penghargaan serupa dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang diberikan kepada empat satuan kerja, yaitu Lapas Kelas IIA Palu, Lapas Kelas IIB Luwuk, Lapas Kelas III Parigi, dan Rutan Kelas IIB Poso.
Kepemimpinan Bagus Kurniawan juga ditandai dengan berbagai langkah penguatan tata kelola pemasyarakatan.
Mulai dari pemberantasan handphone ilegal, narkotika, pungutan liar, dan penipuan (HALINAR), peningkatan deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, penguatan sinergi dengan aparat penegak hukum, hingga mendorong pelayanan publik yang transparan dan bebas biaya di seluruh satuan kerja pemasyarakatan.
Bagus juga dikenal aktif mendorong keterbukaan informasi publik dan membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat melalui publikasi berbagai program pembinaan, pemberdayaan warga binaan, serta kegiatan sosial yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam berbagai kesempatan, ia selalu menekankan bahwa keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga sejauh mana kehadiran institusi mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, warga binaan, dan keluarga mereka.
“Pemasyarakatan harus hadir sebagai institusi yang memberikan dampak. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun harapan, memberikan kesempatan kedua, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas,” pesan Bagus.
Sejumlah program pembinaan kemandirian, penguatan layanan pemasyarakatan, pengembangan kemitraan dengan pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, serta organisasi kemasyarakatan turut berkembang selama masa kepemimpinannya.
Berbagai produk karya warga binaan juga semakin dikenal publik melalui pameran dan promosi yang dilakukan secara berkelanjutan.
Bagi jajaran Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, sosok Bagus Kurniawan dikenal sebagai inisiator pembangunan pemasyarakatan yang berorientasi pada kualitas, kebermanfaatan, dan keberlanjutan.
Pendekatan kolaboratif yang dibangunnya menjadi fondasi penting dalam memperkuat sinergi antarunit kerja maupun dengan para pemangku kepentingan di Sulawesi Tengah.
“Kini, estafet kepemimpinan akan berlanjut. Namun berbagai capaian yang berhasil ditorehkan selama lebih dari satu tahun terakhir menjadi bagian dari rekam jejak yang akan terus dikenang sebagai salah satu periode penting dalam perjalanan Pemasyarakatan Sulawesi Tengah,” ungkap Maulana Luthfiyanto selaku Kabagtum Kanwil Ditjenpas Sulteng.
Malam pengantar tugas tersebut bukan sekadar perpisahan, melainkan momentum untuk mengingat kembali berbagai langkah perubahan yang telah dibangun dan menjadi pijakan bagi Pemasyarakatan Sulawesi Tengah untuk terus berkembang di masa mendatang. ( Rilis Hums Kanwil Ditjenpas Sulteng ) **






