Wajah Baru Luwuk, Harmoni Estetika dan Empati di Bulan Suci Ramadhan

KABAR BANGGAI   – Menjelang fajar Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Pemerintah Kabupaten Banggai tengah bersolek. Sebuah ikhtiar besar sedang digerakkan untuk menyulap Kota Luwuk menjadi potret hunian yang madani sebuah kota yang tak hanya bersih dan tertata di siang hari, namun juga memancarkan pesona magis kala lampu-lampu kota mulai berpijar di malam hari.

Visi besar ini bukan sekadar mengejar predikat administratif, melainkan sebuah kado bagi para perantau yang akan kembali ke pelukan kampung halaman. Pemerintah ingin setiap langkah kaki yang kembali ke Luwuk membawa memori indah yang layak diceritakan ke seantero negeri.

Menindaklanjuti Instruksi Bupati Banggai, Camat Luwuk, Ridwan Tatu Palopa, S.Sos, M.Si, bergerak cepat memastikan tatanan kota berjalan sesuai relnya. Saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (20/02), Ridwan menegaskan bahwa sterilisasi kawasan publik menjadi prioritas utama.

Baca Juga Berita Ini:  Anak-Anak Muda yang Tersesat di Kota Luwuk

Fokus utama penertiban berada di kawasan Masjid Agung An-Nur. Trotoar yang mengelilingi rumah ibadah megah tersebut kini ditetapkan sebagai zona steril. Langkah ini diambil demi menjaga kesucian, kekhusyukan, serta estetika visual pusat peribadatan kebanggaan masyarakat Banggai tersebut.

Selain itu, kawasan jalur dua di samping Kantor Kejaksaan Negeri Banggai juga ditegaskan bebas dari aktivitas pedagang demi kelancaran arus lalu lintas dan keindahan tata ruang.

Namun, di balik ketegasan tersebut, terselip kebijakan yang humanis. Ridwan mengungkapkan bahwa pemerintah memberikan toleransi terbatas bagi pedagang pakaian di area sepanjang ORARI dan PMI.

“Kami memahami kondisi riil di lapangan. Banyak pedagang yang sudah memesan stok barang dalam jumlah besar dan terikat komitmen kredit perbankan.

Atas dasar kemanusiaan dan pertimbangan ekonomi masyarakat, kami memberikan relaksasi berupa izin terbatas bagi 7 hingga 8 kios di titik tersebut,” ujar Ridwan dengan nada empatik.

Baca Juga Berita Ini:  Satreskrim Polres Banggai Tangkap Pria Pelaku Pemerkosaan di Luwuk

Guna menghindari kesemrawutan yang kerap terjadi menjelang berbuka, seluruh pedagang takjil kini dipusatkan di halaman Masjid Agung An-Nur.

Langkah sentralisasi ini diharapkan dapat mempermudah warga dalam berburu kuliner Ramadhan dalam satu titik yang lebih rapi dan terkontrol.

Menutup keterangannya, Camat Luwuk berpesan agar seluruh elemen masyarakat, khususnya para pedagang, menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah kota.

“Keindahan kota ini adalah tanggung jawab kolektif. Kami memohon kerja sama para pedagang untuk senantiasa menjaga kebersihan lokasi usahanya. Usai beraktivitas, pastikan lingkungan kembali asri. Mari kita sambut Ramadhan dengan kota yang bersih, hati yang jernih, dan pemandangan yang memikat mata,” pungkasnya. ( imam ) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *