Toili Maju Pesat! Peran Besar Sawit dan PT KLS Tak Terbantahkan

KABAR BANGGAI -Kemajuan pesat yang kini terlihat di Toili (Kecamatan Toili, Moilong, Toili Barat dan Toili Jaya), tak bisa dipungkiri juga berkat perkebunan kelapa sawit dan kontribusi PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS).

Pendapat itu disampaikan Suprapto, warga Kecamatan Moilong, kepada wartawan di kediamannya, Sabtu (8/3/2025).

Suprapto yang dalam aktivitasnya sempat menjadi kepala desa dan kemudian menjadi politisi hingga meraih posisi penting di DPRD Banggai, mengatakan bahwa jauh sebelum masuknya industri lain, sudah ada perkebunan kelapa sawit yang dikelola PT KLS.

“Hal ini menunjukkan bahwa sudah ada kontribusi sektor industri perkebunan di Toili, hingga akhirnya wilayah Toili secara keseluruhan bisa terlihat seperti sekarang ini,” tutur Suprapto.

Baca Juga Berita Ini:  "Hari Kedua Operasi Patuh Tinombala 2025, Polres Banggai Gencarkan Kampanye Tertib Lalu Lintas"

Ia mengatakan, khusus untuk dirinya sendiri, kelapa sawit telah memberi kontribusi yang besar terhadap kehidupannya, termasuk untuk dukungan pada aktivitas politiknya.

“Saat ini saya memiliki 20 hektar lahan sawit, dan ini memberi penghidupan yang cukup,” ujarnya.

Sawit itu kata dia, bila dikelola dengan baik, ditekuni, maka hasilnya cukup besar dan bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Ia sempat memberi gambaran tentang hasil kelapa sawit. “Bila 1 hektar bisa menghasilkan 2 ton, dan harga tandan buah segarnya Rp2.700 per kilogram, maka silakan dihitung berapa hasil yang didapat untuk sekali panen per dua Minggu,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa bisnis PT KLS itu di wilayah Toili, dan pemiliknya yakni Murad Husain serta putrinya Sulianti Murad juga memiliki rumah di Toili, sehingga jelas kontribusinya bagi wilayah yang dikenal sebagai sentra pertanian dan perkebunan tersebut. “Mereka telah ikut berperan mensejahterakan rakyat dengan mengembangkan perkebunan kelapa sawit. Ada yang menjadi petani baik plasma maupun mandiri, serta ada yang menjadi pekerja di industri PT KLS,” tambahnya.

Baca Juga Berita Ini:  Pembangunan Tugu Perbatasan Banggai-Tojo Una Una Terkendala, Diharapkan Rampung 2025"

Di akhir keterangannya, Suprapto menekankan bahwa sawit itu mensejahterakan masyarakat, asal petaninya tekun dan ulet dalam memelihara kebunnya. DAR/**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *