KABAR BANGGAI – Kesuksesan dalam bertani kelapa sawit bukanlah hal yang mustahil. Dengan ketekunan dan perawatan yang baik, petani sawit bisa mencapai kesejahteraan yang luar biasa. Hal ini diungkapkan oleh Suprapto, kepada awak media saat melakukan kunjungan silaturahmi yang di kediamannya di Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Sabtu (8/2/2025).
Suprapto menegaskan bahwa dirinya bukanlah orang yang langsung masuk ke dunia politik, melainkan berasal dari latar belakang petani. Ia percaya bahwa kunci keberhasilan dalam bertani sawit adalah ketekunan serta kemampuan dalam merawat kebun dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, Suprapto juga menyinggung kontribusi besar yang telah diberikan oleh Hj. Sulianti Murad bagi Kecamatan Toili. Menurutnya, Sulianti bukan hanya sekadar warga Toili, tetapi juga sosok yang telah banyak berkontribusi untuk pembangunan daerah tersebut.
“Kalau menurut pengalaman saya, Ibu Sulianti Murad bukan hanya warga Toili, tetapi kontribusinya sangat besar melalui PT. Kurnia Luwuk Sejati (KLS) yang dirintis oleh almarhum Murad Husain, ayah beliau. Di bawah PT. KLS, perputaran uang di wilayah Toili mencapai miliaran rupiah, yang tentunya memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” ujar Suprapto.
Suprapto membagikan pengalamannya sebagai petani sawit yang kini telah memiliki kebun seluas 20 hektare. Dengan luas tersebut, ia mampu menghasilkan sekitar Rp4 juta setiap dua minggu. Jika dihitung dalam sebulan, pendapatannya bisa mencapai Rp80 juta.
“Petani sawit itu bisa sejahtera, asalkan rajin dalam mengelola kebun. Intinya adalah bagaimana kita merawat tanaman dengan baik. Jika dikelola dengan benar, hasilnya pun akan maksimal,” tuturnya.
Namun, ia juga menekankan bahwa kesejahteraan petani sawit sangat bergantung pada kedisiplinan dalam merawat tanaman. Menurutnya, jika ada petani yang belum mencapai kesejahteraan, bisa jadi itu karena mereka kurang tekun dalam mengelola kebunnya.
“Kalau dibilang petani sawit itu sejahtera, tentu benar. Tapi kalau ada yang bilang petani sawit masih belum sejahtera, kita bisa lihat bagaimana cara mereka mengelola kebun. Apakah mereka benar-benar merawatnya atau tidak,” tambahnya.
Pesan ini menjadi inspirasi bagi para petani sawit lainnya, bahwa keberhasilan dalam bertani tidak hanya bergantung pada luas lahan, tetapi juga pada ketekunan dan kerja keras dalam merawat tanaman. Dengan begitu, petani sawit di Kabupaten Banggai bisa semakin maju dan sejahtera. ( MAM) **







