KABAR BANGGAI – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai terus berupaya merealisasikan pembangunan infrastruktur strategis, salah satunya adalah empat tugu perbatasan.
Salah satu tugu yang menjadi perhatian adalah Tugu Perbatasan Kabupaten Banggai dan Kabupaten Tojo Una-Una yang berlokasi di Desa Balinggara, Kecamatan Nuhon.
Proyek ini merupakan bagian dari sub-kegiatan pembangunan, pemanfaatan, pelestarian, dan pembongkaran bangunan gedung untuk kepentingan strategis daerah. Menggunakan dana APBD 2024, proyek ini dikerjakan dengan kontrak bernomor KPA-PBIP/DISPUPR-47033922.03/2024, yang ditandatangani pada 1 Agustus 2024.
Dengan nilai kontrak sebesar Rp346.600.000, proyek ini dijadwalkan selesai dalam 120 hari kalender dan dilaksanakan oleh penyedia jasa CV. Excelsor.

Namun, hingga akhir tahun 2024, pekerjaan belum tuntas sesuai rencana. Penjabat Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banggai, I Gede DW Supatriagama, ST, M.Si, mengonfirmasi bahwa semua proyek pembangunan tugu perbatasan mengalami keterlambatan. Senin 13 Januari 2025.
Dalam keterangannya kepada awak media, ia menjelaskan bahwa pembangunan tugu perbatasan memiliki kompleksitas tersendiri dibandingkan proyek lain seperti gedung perkantoran.
“Untuk pembangunan tugu perbatasan, kami harus mendapatkan persetujuan dari Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK), yang memakan waktu cukup lama. Proses perizinan ini menyebabkan pelaksanaan pekerjaan baru bisa dimulai setelah waktu kontrak berjalan,” jelas Gede.
Meski begitu, Dinas PUPR optimistis dapat menyelesaikan seluruh proyek pembangunan tugu perbatasan pada 2025. “Kami berharap tahun ini semua pekerjaan dapat dirampungkan, sehingga fungsi strategis tugu perbatasan sebagai simbol dan batas wilayah dapat terwujud,” tambahnya.
Proyek pembangunan tugu perbatasan ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat identitas wilayah sekaligus memenuhi kebutuhan strategis pembangunan. Dengan komitmen penuh dari pihak terkait, harapan agar proyek ini selesai tepat waktu menjadi fokus utama di tahun mendatang. ( MAM ) **







