Lapas Luwuk Gelar Sidang TPP, Seleksi Tamping Berdasarkan Program Pembinaan

KABAR BANGGAI  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) bertempat di Ruang Rapat Lapas, pada Sabtu (11/7). 

Sidang ini dilaksanakan guna melakukan seleksi pengangkatan Tahanan Pendamping (Tamping) baru dengan tolak ukur utama keaktifan Warga Binaan dalam mengikuti program pembinaan.

banner 900x250

Fokus utama dalam Sidang TPP kali ini adalah memastikan bahwa setiap Warga Binaan yang diangkat menjadi Tamping benar-benar memiliki rekam jejak yang baik. 

Peran Tamping sangat krusial dalam membantu kelancaran program pembinaan dan aktivitas harian di dalam Lapas, sehingga pemilihannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun menegaskan bahwa pengangkatan tamping merupakan bentuk apresiasi sekaligus amanah yang diberikan kepada Warga Binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku nyata. 

Oleh karena itu, objektivitas sidang ini menjadi hal yang mutlak.

“Pemilihan tamping ini harus benar-benar bersih, objektif, dan terukur berdasarkan rapor pembinaan mereka. 

Baca Juga Berita Ini:  Kakanwil Ditjenpas Sulteng Apresiasi Inovasi Lapas Luwuk Terapkan Sistem Money Cashless Bagi Warga Binaan

Tidak boleh ada unsur kedekatan atau penilaian subjektif lainnya. Menjadi tamping artinya menjadi teladan bagi Warga Binaan yang lain, jadi rekam jejak kedisiplinan dan kepatuhannya selama di dalam Lapas adalah kunci utama,” tegas Bahrun saat memberikan arahan.

Sementara itu, Ketua Tim TPP Lapas Luwuk, Rudi Santoso menjelaskan bahwa dalam sidang ini, setiap anggota tim memberikan pandangan, masukan, serta evaluasi menyeluruh terhadap rekam jejak para calon tamping. 

Seluruh WBP yang diusulkan wajib memenuhi syarat substantif dan administratif yang ketat sesuai regulasi yang berlaku. 

Kriteria tersebut di antaranya adalah telah menjalani masa pidana sesuai aturan, menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan, serta aktif dalam mengikuti program pembinaan keagamaan maupun pelatihan kemandirian.

“Sidang ini adalah instrumen penting untuk menjaga objektivitas. Kita melihat rekam jejak mereka selama di dalam Lapas. 

Baca Juga Berita Ini:  Aksi Nyata Zero Halinar, Lapas Luwuk Gelar Ikrar Bersama dan Razia Kamar Hunian

Hanya Warga Binaan yang benar-benar berintegritas, disiplin, dan menunjukkan progres positif yang layak ditunjuk sebagai Tamping,” ujarnya di sela-sela rapat.

Proses verifikasi juga melibatkan pemantauan berkala dari Wali Pemasyarakatan dan komparasi data pada Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) untuk melihat tingkat kepatuhan masing-masing Warga Binaan terhadap tata tertib Lapas.

Melalui Sidang TPP yang dilakukan secara kolektif oleh pejabat struktural dan tim pengamat ini, Lapas Luwuk berkomitmen penuh untuk menjaga keadilan bagi seluruh Warga Binaan sekaligus memastikan bahwa fungsi Pemasyarakatan dan kaderisasi pembinaan di dalam Lapas berjalan optimal.

Acara yang berlangsung dengan diskusi hangat dan seleksi ketat tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar hingga akhir sesi. 

Penunjukan tamping yang terpilih nantinya akan disahkan melalui Keputusan Kepala Lapas untuk segera bertugas membantu jalannya berbagai program pembinaan di lingkungan Lapas Luwuk. (Ks)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *