KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kepedulian sosial melalui kegiatan bakti sosial kebersihan di Masjid Pancasila, Sabtu (25/7).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan sekaligus bentuk kepedulian terhadap kebersihan fasilitas umum dan tempat ibadah. Bakti sosial dipusatkan di lingkungan Masjid Pancasila dengan melibatkan Warga Binaan Lapas Luwuk,
Kasi Binapigiatja Lapas Kelas IIB Luwuk, Rudisantoso, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial merupakan bagian dari program pembinaan yang bertujuan menanamkan nilai kepedulian sosial, tanggung jawab, dan semangat gotong royong kepada Warga Binaan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membentuk karakter Warga Binaan agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kami berharap nilai-nilai positif yang diperoleh dari kegiatan ini menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Rudisantoso.

Salah seorang Warga Binaan, berinisial L, mengaku bersyukur dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kesempatan untuk terlibat dalam bakti sosial memberikan pengalaman yang berharga sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri.
“Saya merasa senang bisa ikut membersihkan masjid. Semoga apa yang kami lakukan hari ini bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari perubahan diri kami ke arah yang lebih baik,” ungkap Warga Binaan.
Sementara itu, takmir Masjid Pancasila menyampaikan apresiasi kepada Lapas Kelas IIB Luwuk atas kepedulian yang ditunjukkan melalui kegiatan tersebut.
Menurutnya, bakti sosial ini tidak hanya membantu menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid, tetapi juga menjadi bukti bahwa proses pembinaan di Lapas mampu menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat untuk berkontribusi bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Lapas Luwuk dan para Warga Binaan yang telah meluangkan waktu untuk membersihkan masjid. Semoga sinergi seperti ini terus terjalin dan membawa manfaat bagi semua pihak,” ujarnya.
Di tempat lain Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan bakti sosial yang melibatkan Warga Binaan sebagai bagian dari proses pembinaan.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi implementasi nyata pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan di dalam Lapas, tetapi juga mendorong Warga Binaan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
“Bakti sosial ini mencerminkan semangat pemasyarakatan yang humanis. Melalui kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, Warga Binaan belajar tentang tanggung jawab, kepedulian sosial, dan nilai gotong royong sebagai bekal saat mereka kembali ke lingkungan masyarakat,” ujar Herman Mulawarman.
Kegiatan berlangsung dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban di bawah pengawasan petugas pemasyarakatan.
Melalui langkah kecil yang dilakukan bersama, Lapas Kelas IIB Luwuk berharap dapat memberikan dampak besar dalam membangun kepedulian sosial, memperkuat semangat gotong royong, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (Humas Lapas Luwuk)**












