“Kreatif! Warga Binaan Lapas Luwuk Ubah Lahan Kosong Jadi Kebun Produktif”

KABAR BANGGAI  – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk sukses menyulap sudut-sudut lahan kosong di dalam area Lapas menjadi area perkebunan hortikultura produktif. 

Dengan memanfaatkan media polibag, para Warga Binaan membudidayakan tanaman cabai dan tomat sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal, Kamis (25/6).

banner 900x250

Program ini dirancang bukan sekadar untuk mengisi waktu luang, melainkan sebagai langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan bekal keterampilan agribisnis bagi Warga Binaan setelah bebas nanti.

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menyampaikan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk tetap produktif. 

Metode tanam menggunakan polibag dipilih karena sangat praktis, efisien, dan mudah diterapkan di berbagai kondisi lingkungan.

“Kami memanfaatkan ruang-ruang kosong yang ada di dalam lingkungan Lapas. Dengan media polibag, Warga Binaan bisa belajar membudidayakan tanaman hortikultura seperti cabai dan tomat secara intensif. Hasilnya nanti tentu akan sangat bermanfaat,” ujarnya.

Proses budi daya ini sepenuhnya dikelola oleh Warga Binaan yang telah mendapatkan pelatihan dasar pertanian dari pihak Lapas. 

Mulai dari penyiapan media tanam, penyemaian benih, pemupukan, hingga perawatan rutin seperti penyiraman harian dilakukan dengan antusias.

Saat ini, ratusan polibag berisi tanaman cabai dan tomat tampak berjejer rapi di beberapa titik area Lapas, mengubah kesan kaku Lembaga Pemasyarakatan menjadi lebih hijau dan asri. 

Jika berjalan sesuai rencana, komoditas sayuran ini diperkirakan siap panen dalam beberapa bulan ke depan.

Salah seorang Warga Binaan yang ikut merawat tanaman tersebut, inisial N, mengaku sangat bersyukur dengan adanya program pembinaan pertanian modern seperti ini. 

Bagi N, aktivitas ini memberikan motivasi baru dan modal keterampilan berharga untuk masa depannya nanti.

Baca Juga Berita Ini:  Rayakan Natal 2025, Lapas Kelas IIB Luwuk Laksanakan Ibadah Bersama Penuh Khidmat

“Awalnya saya tidak tahu cara menanam yang benar, tapi di sini diajarkan memanfaatkan polibag. Menyenangkan sekali melihat cabai dan tomat ini tumbuh subur dari hasil rawatan kami sendiri. 

Insyaallah, modal keterampilan ini mau saya pakai untuk modal usaha berkebun di rumah setelah bebas nanti,” ungkap N dengan penuh optimis.

Selain dapat dikonsumsi internal untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas, hasil panen ini nantinya juga ditargetkan dapat dipasarkan ke masyarakat luas sebagai bukti nyata produktivitas Warga Binaan.

Melalui kegiatan ini, Lapas Luwuk berharap masyarakat dapat melihat sisi positif dari proses pembinaan, di mana para Warga Binaan didorong untuk menjadi pribadi yang lebih kreatif, mandiri, dan siap berkontribusi bagi masyarakat saat kembali ke lingkungan luar kelak. (ks)**

KABAR BANGGAI  – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk sukses menyulap sudut-sudut lahan kosong di dalam area Lapas menjadi area perkebunan hortikultura produktif. 

Dengan memanfaatkan media polibag, para Warga Binaan membudidayakan tanaman cabai dan tomat sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal, Kamis (25/6).

Program ini dirancang bukan sekadar untuk mengisi waktu luang, melainkan sebagai langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan bekal keterampilan agribisnis bagi Warga Binaan setelah bebas nanti.

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menyampaikan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk tetap produktif. 

Metode tanam menggunakan polibag dipilih karena sangat praktis, efisien, dan mudah diterapkan di berbagai kondisi lingkungan.

“Kami memanfaatkan ruang-ruang kosong yang ada di dalam lingkungan Lapas. Dengan media polibag, Warga Binaan bisa belajar membudidayakan tanaman hortikultura seperti cabai dan tomat secara intensif. Hasilnya nanti tentu akan sangat bermanfaat,” ujarnya.

Baca Juga Berita Ini:  Polres Banggai Tegaskan Kasus Pencemaran Nama Baik Mantan Ketua PWI Terus Bergulir

Proses budi daya ini sepenuhnya dikelola oleh Warga Binaan yang telah mendapatkan pelatihan dasar pertanian dari pihak Lapas. 

Mulai dari penyiapan media tanam, penyemaian benih, pemupukan, hingga perawatan rutin seperti penyiraman harian dilakukan dengan antusias.

Saat ini, ratusan polibag berisi tanaman cabai dan tomat tampak berjejer rapi di beberapa titik area Lapas, mengubah kesan kaku Lembaga Pemasyarakatan menjadi lebih hijau dan asri. 

Jika berjalan sesuai rencana, komoditas sayuran ini diperkirakan siap panen dalam beberapa bulan ke depan.

Salah seorang Warga Binaan yang ikut merawat tanaman tersebut, inisial N, mengaku sangat bersyukur dengan adanya program pembinaan pertanian modern seperti ini. 

Bagi N, aktivitas ini memberikan motivasi baru dan modal keterampilan berharga untuk masa depannya nanti.

“Awalnya saya tidak tahu cara menanam yang benar, tapi di sini diajarkan memanfaatkan polibag. Menyenangkan sekali melihat cabai dan tomat ini tumbuh subur dari hasil rawatan kami sendiri. 

Insyaallah, modal keterampilan ini mau saya pakai untuk modal usaha berkebun di rumah setelah bebas nanti,” ungkap N dengan penuh optimis.

Selain dapat dikonsumsi internal untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas, hasil panen ini nantinya juga ditargetkan dapat dipasarkan ke masyarakat luas sebagai bukti nyata produktivitas Warga Binaan.

Melalui kegiatan ini, Lapas Luwuk berharap masyarakat dapat melihat sisi positif dari proses pembinaan, di mana para Warga Binaan didorong untuk menjadi pribadi yang lebih kreatif, mandiri, dan siap berkontribusi bagi masyarakat saat kembali ke lingkungan luar kelak. (ks)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *