Kisah Sukses Warga Binaan Lapas Luwuk, Bertani dan Berkontribusi

KABAR BANGGAI  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk sukses memanen sebanyak 25 kilogram sayur sawi segar hasil budidaya Warga Binaan pada, Rabu (8/7) sebagai wujud kontribusi nyata dalam mendukung program nasional ketahanan pangan.

Keberhasilan panen raya di area lahan Lapas Luwuk ini membuktikan bahwa keterbatasan di balik jeruji besi tidak menghalangi para Warga Binaan untuk tetap produktif.

banner 900x250

Kegiatan panen ini menjadi bukti konkret komitmen Lapas Luwuk dalam mendukung penuh program nasional ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah.

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun menyatakan bahwa keberhasilan panen ini merupakan buah dari ketekunan para warga binaan yang selama beberapa bulan terakhir dibekali keterampilan bercocok tanam, mulai dari pembibitan, perawatan, hingga masa panen.

“Panen 25 kg sawi ini bukan sekadar tentang jumlahnya, melainkan tentang proses pembinaan yang berjalan baik. Kami ingin membuktikan bahwa Warga Binaan di sini siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan, dimulai dari lingkungan internal Lapas,” ujarnya.

Baca Juga Berita Ini:  Kunjungan Kerja di Sulawesi Tengah, Menteri IMIPAS Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kantor Imigrasi Morowali

Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasibinapigiatja) Lapas Luwuk, Rudi Santoso, menjelaskan bahwa program asimilasi dan edukasi pertanian ini akan terus digalakkan dengan variasi komoditas yang lebih beragam ke depannya.

“Kami berkomitmen untuk terus mengoptimalkan lahan produktif yang ada di dalam Lapas. Melalui bimbingan kerja yang terukur, kami tidak hanya fokus pada hasil panen hari ini, tetapi bagaimana menciptakan sistem pertanian mini yang berkelanjutan sekaligus membentuk mentalitas kerja yang positif bagi Warga Binaan,” tutur Rudi Santoso.

Rasa syukur juga diungkapkan oleh NY, Warga Binaan yang ikut dalam proses budidaya sawi tersebut. Menurutnya, program ini memberikan pengalaman praktik yang sangat berharga.

Baca Juga Berita Ini:  PWI Banggai Gelar Aksi Sosial Berbagi Sembako dan Santunan dalam Peringatan HPN ke-79"

“Dari yang awalnya buta sama sekali soal pertanian, sekarang saya sudah paham cara merawat tanaman agar hasilnya maksimal.

Panen hari ini jadi bukti kalau kami di dalam sini juga bisa produktif. Keterampilan ini pasti akan saya gunakan untuk memulai hidup baru bersama keluarga nanti,” ujar NY.

Nantinya, sayur sawi kualitas prima hasil budidaya Warga Binaan ini akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pangan serta gizi mandiri di dalam Lapas, sementara sebagian lainnya akan dipasarkan kepada petugas dan masyarakat sekitar dengan harga terjangkau.

Melalui program pembinaan kemandirian di sektor pertanian ini, para Warga Binaan diharapkan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan produktif. (Ks)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *