Gerebek Narkoba di Luwuk: Lapas Luwuk Gelar Tes Urine Massal

KABAR BANGGAI – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk dalam memberantas peredaran narkoba di dalam lingkungan hunian kembali ditegaskan. Sebagai langkah nyata deteksi dini dan pencegahan penyalahgunaan narkotika, Lapas Luwuk menggelar kegiatan tes urine serentak yang menyasar seluruh jajaran Petugas serta Warga Binaan khususnya yang terjerat kasus narkotika, Senin (6/4).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, sekaligus menindaklanjuti arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan mengenai deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban.

banner 900x250 banner 900x250

Guna menjaga objektifitas dan transparansi, Lapas Luwuk turut membangun sinergi dengan Kepolisian Resor (Polres) Banggai. Kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan ini berfungsi sebagai saksi sekaligus mitra strategis dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan Pemasyarakatan.

Pengambilan sampel dilakukan dua kali, pertama bagi Petugas dan kedua bagi Warga Binaan. Sebanyak 64 petugas dan 150 Warga Binaan kasus narkotika dilakukan tes urin. Hasilnya, seluruh petugas dinyatakan negatif, sedangkan satu Warga Binaan dinyatakan positif.

Baca Juga Berita Ini:  Seragam Baru, Semangat Baru: Lapas Luwuk Tertibkan Penampilan Warga Binaan

Warga binaan yang dinyatakan positif selanjutnya akan diamankan dan dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun menyatakan bahwa tes urine ini merupakan langkah preventif sekaligus evaluasi internal untuk memastikan tidak ada oknum petugas maupun Warga Binaan yang terlibat dalam penyalahgunaan barang terlarang tersebut.

“Kami tidak main-main dengan narkoba. Tes urine ini dilakukan tanpa terkecuali, dimulai dari saya sendiri, pejabat struktural, seluruh staf, hingga Warga Binaan. Ini adalah bentuk transparansi dan komitmen kami kepada masyarakat dan pimpinan bahwa Lapas Luwuk harus bersih dari penyalahgunaan narkotika,” tegas Bahrun.

Proses pengambilan sampel urine dilakukan dengan pengawasan ketat oleh jajaran Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) dan tim medis klinik Lapas Luwuk untuk menjamin keakuratan dan keaslian hasil.

Baca Juga Berita Ini:  Kolaborasi Sukses, Kabupaten Banggai Raih Predikat Daerah Paling Inovatif Dari Kemendagri RI

Kepala KPLP Lapas Luwuk, Andi Abdul Muis menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala dan mendadak (insidentil). “Kami ingin memastikan bahwa lingkungan hunian tetap kondusif. Jika ditemukan ada yang positif, tentu akan ada tindakan tegas sesuai dengan regulasi dan hukum yang berlaku, baik bagi petugas maupun Warga Binaan,” jelasnya.

Selain tes urine, Lapas Luwuk juga terus memperkuat pengawasan di Pintu Utama (P2U) dan rutin melakukan penggeledahan blok hunian untuk meminimalisir masuknya barang-barang terlarang.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap integritas Lapas Kelas IIB Luwuk dalam menjalankan fungsi pembinaan bagi Warga Binaan agar mereka dapat kembali ke masyarakat dalam keadaan bersih dan produktif. (Humas LP Luwuk)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *