Delapan Tahun Pasigala, Kakanwil Ditjenpas Sulteng Ajak Jajaran Perkuat Kepedulian dan Kesiapsiagaan

KABAR BANGGAI – Delapan tahun berlalu sejak gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi mengguncang wilayah Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala) pada 28 September 2018. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah untuk terus menjaga kepedulian, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Herman Mulawarman, saat memberikan arahan dalam apel pagi pegawai di lingkungan Kanwil Ditjenpas Sulteng, Senin (28/9/2026).

banner 900x250

Momentum tersebut berlangsung sehari setelah peringatan Hari Ulang Tahun Kota Palu ke-48 yang mengusung tema “Moving in Action”, menggambarkan semangat Kota Palu yang terus bergerak, tumbuh, adaptif, dan progresif menuju masa depan.

Herman mengajak seluruh jajaran Pemasyarakatan untuk tidak hanya mengenang peristiwa 28 September sebagai bagian dari sejarah Sulawesi Tengah, tetapi juga menjadikannya momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama serta kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Delapan tahun telah berlalu, tetapi peristiwa ini tetap menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Sulawesi Tengah. Mari kita kirimkan doa terbaik bagi saudara-saudara kita yang telah menjadi korban. Dari peristiwa ini kita belajar bahwa kepedulian, kebersamaan, dan kesiapsiagaan harus terus kita jaga,” ujar Herman.

Baca Juga Berita Ini:  Kanwil Ditjenpas Sulteng Usulkan Remisi bagi 2.534 Narapidana dan Anak Binaan

Sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian, jajaran Kanwil Ditjenpas Sulteng turut mendoakan para korban melalui doa bersama yang dilakukan sesuai keyakinan masing-masing.

Doa tersebut menjadi wujud solidaritas lintas umat beragama sekaligus pengingat bahwa duka yang pernah dirasakan masyarakat Pasigala merupakan bagian dari sejarah bersama yang tidak boleh dilupakan.

Herman juga mendorong jajaran Pemasyarakatan untuk menjadikan pengalaman bencana sebagai pembelajaran dalam memperkuat mitigasi risiko, khususnya pada Lapas, Rutan, LPKA, Bapas, maupun lingkungan kerja lainnya.

Kesiapan menghadapi keadaan darurat perlu dibangun melalui kewaspadaan, koordinasi, pemetaan risiko, serta kemampuan merespons kondisi secara cepat dan tepat.

 “Pemasyarakatan harus menjadi bagian dari masyarakat yang siap menghadapi setiap situasi. Kita harus memastikan jajaran memahami langkah-langkah mitigasi, mengetahui potensi risiko di lingkungan masing-masing, serta mampu bergerak cepat ketika terjadi keadaan darurat,” tegas Herman.

Menurutnya, semangat kebangkitan Kota Palu setelah bencana harus menjadi energi positif bagi seluruh jajaran Pemasyarakatan untuk terus bergerak dan memberikan kontribusi melalui pelaksanaan tugas yang profesional, responsif, berintegritas, modern, dan akuntabel.

Baca Juga Berita Ini:  Dorong Akselerasi Kinerja dan Layanan Pemasyarakatan, Kakanwil Ditjenpas Sulteng Lantik Empat Pejabat Manajerial

“Moving in Action bukan hanya semangat Kota Palu, tetapi juga dapat kita maknai sebagai dorongan untuk terus bergerak memberikan yang terbaik. Pemasyarakatan harus hadir dengan kerja nyata, kepedulian, dan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat,” lanjutnya.

Herman menegaskan bahwa jajaran Pemasyarakatan Sulteng akan terus mendukung upaya membangun budaya kesiapsiagaan dan kepedulian di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.

Solidaritas, gotong royong, dan komunikasi lintas sektor dinilai menjadi kekuatan penting dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.

Delapan tahun setelah Pasigala, Kanwil Ditjenpas Sulteng berharap semangat bangkit dan bergerak maju terus tumbuh bersama masyarakat. Mengenang bukan sekadar melihat kembali masa lalu, tetapi mengambil pelajaran untuk membangun Sulawesi Tengah yang semakin tangguh, peduli, dan siap menghadapi masa depan. ( Rilis Humas Kanwil Ditjenpas Sulteng)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *