Dari Balik Jeruji, Lahir Tukang Las Profesional: Kisah Warga Binaan Lapas Luwuk Siap Sambut Kebebasan dengan Skill Baru

KABAR BANGGAI –  Lapas Kelas II B Luwuk kembali membuktikan fungsinya tak hanya sebagai tempat pembinaan, tetapi juga pusat pelatihan mandiri. Sebanyak 20 warga binaan pemasyarakatan (WBP) kini tengah mengikuti Program Pelatihan Kemandirian Pengelasan Bersertifikat, sebuah langkah nyata untuk membekali mereka dengan keterampilan berharga yang bisa digunakan setelah kembali ke masyarakat.

Bertempat di ruang Dharma Wanita Lantai II Lapas Luwuk, pelatihan ini diselenggarakan berkat kolaborasi erat dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Banggai.

Pelatihan yang berlangsung singkat, hanya tiga hari dari tanggal 2 hingga 4 September 2025, ini menjadi kesempatan emas bagi para peserta. Menurut Ketua Panitia, Taufik, program ini diikuti oleh WBP yang masih berada di usia produktif.

“Tujuan utama kami adalah memberikan pengetahuan dan kemampuan dasar tentang pengelasan. Kami berharap setelah selesai, ilmu ini bisa terus dikembangkan dan memberikan manfaat nyata saat mereka kembali ke masyarakat,” jelas Taufik.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kreativitas WBP agar mereka mampu menghasilkan karya dari ilmu yang didapatkan di dalam Lapas.

Baca Juga Berita Ini:  “16 Tahun Setia, Guru Madrasah Puji Manfaat JKN BPJS Kesehatan”

Senada dengan Taufik, Kepala Lapas Kelas II B Luwuk, Muhammad Bahrun, menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya kegiatan positif ini. “Alhamdulillah, hari ini kita bisa memulai rangkaian pelatihan.

Kami memilih peserta yang masih produktif agar bekal yang mereka dapatkan nanti bisa benar-benar berguna saat mereka kembali ke udara kebebasan,” ujar Bahrun.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan waktu yang singkat ini sebaik-baiknya. “Pelajari dengan seksama dan jangan ragu untuk bertanya.

Semoga ilmu yang diberikan oleh para instruktur bisa diterima dengan baik dan menjadi bekal yang bermanfaat,” tambahnya.

Dukungan penuh juga datang dari Kepala Disnakertrans Kabupaten Banggai, Ernaini Mustatim. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada Lapas Luwuk yang telah memfasilitasi pelatihan berharga ini.

“Saya sangat mengapresiasi Lapas Luwuk yang terus memberikan pelatihan kepada WBP. Ini adalah inisiatif yang luar biasa,” kata Ernaini.

Baca Juga Berita Ini:  Lapas Luwuk Gelar Pembukaan PORSENI Dalam Meriahkan HUT RI ke-80

Ia berharap, pelatihan ini tidak hanya berhenti sampai di sini. Ernaini bahkan menyarankan agar program ini bisa diperpanjang hingga dua atau tiga bulan untuk memungkinkan peserta mendapatkan sertifikat bertaraf nasional.

“Dengan sertifikat nasional, bekal yang mereka punya bisa digunakan di mana saja. Ini akan sangat membantu mereka dalam mendapatkan pekerjaan atau bahkan membuka usaha sendiri,” pungkasnya, memberikan harapan besar bagi masa depan para WBP.

Program ini menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat hukuman, tetapi juga sebagai wadah untuk transformasi diri.

Dengan bekal keterampilan pengelasan, ke-20 WBP ini diharapkan bisa memulai lembaran baru dengan lebih percaya diri, membawa keahlian yang tidak hanya menjamin kemandirian ekonomi, tetapi juga membantu mereka diterima kembali oleh masyarakat tanpa stigma.

Mereka siap membuktikan bahwa masa lalu bisa dijadikan pelajaran, dan masa depan adalah milik mereka yang berani berusaha. ( MAM ) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *