Basarnas Banggai dan Lapas Luwuk Perkuat Sinergi Kesiapsiagaan Hadapi Situasi Darurat Bencana

KABAR BANGGAI – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat bencana di lingkungan kerja, Basarnas Kabupaten Banggai bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk menggelar kegiatan edukasi personel dan penguatan sinergitas, bertempat di Aula Lapas Luwuk, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dasar kepada seluruh jajaran pegawai Lapas Luwuk terkait mitigasi bencana serta langkah-langkah awal penyelamatan apabila terjadi musibah, baik bencana alam maupun kondisi darurat lainnya. 

Edukasi ini dinilai penting mengingat Lapas merupakan objek vital yang menampung banyak orang dan memiliki risiko tersendiri apabila terjadi keadaan darurat.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Basarnas Banggai atas kesediaannya berbagi ilmu dan pengalaman. 

Ia berharap seluruh materi yang disampaikan dapat disimak dengan baik oleh para peserta.

Baca Juga Berita Ini:  Nekat Curi Motor Keluarga Sendiri, Pria di Banggai Ini Berakhir di Bui

“Saya berharap tidak ada ilmu yang disembunyikan. Kami berharap seluruh peserta benar-benar menyimak materi yang diberikan oleh Basarnas. 

Tidak ada ilmu yang tidak bermanfaat. Mitigasi yang diberikan ini sangat penting, minimal bisa memberikan gambaran jika suatu saat kita menghadapi risiko atau situasi darurat,” ujar Muhammad Bahrun.

Sementara itu, perwakilan Basarnas Luwuk, Libertus Langohoi, menyampaikan terima kasih kepada pihak Lapas Luwuk yang telah memberikan kesempatan untuk bersilaturahmi sekaligus berbagi pengetahuan dengan seluruh pegawai. 

Ia menjelaskan bahwa Basarnas merupakan lembaga negara yang bertanggung jawab terhadap operasi pencarian dan pertolongan di wilayah Kabupaten Banggai serta dua kabupaten lainnya dalam lingkup kerja mereka.

“Tugas kami meliputi bantuan dalam pelayanan penerbangan, penanganan kondisi yang menyangkut keselamatan manusia, seperti orang hilang atau kecelakaan, serta selalu menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai instansi,” jelasnya.

Baca Juga Berita Ini:  Dua Pegawai Lapas Luwuk Naik Pangkat, Kalapas: Amanah dan Tanggung Jawab Baru

Dalam kesempatan tersebut, Basarnas memberikan edukasi terkait tindakan penyelamatan awal dan dampak yang mungkin terjadi apabila bencana atau musibah melanda lingkungan Lapas. 

Menurut Libertus, bekal ilmu dasar ini diharapkan mampu membantu petugas Lapas melakukan penanganan awal secara cepat dan tepat sebelum bantuan lebih lanjut tiba.

“Kami di sini tidak hanya berbicara tentang bencana, tetapi lebih menekankan pada mitigasi, termasuk rehabilitasi dan rekonsiliasi. 

Dengan pemahaman mitigasi yang baik, risiko dapat diminimalkan dan dampak dapat ditekan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Basarnas Banggai dan Lapas Luwuk, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan seluruh personel dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi darurat di masa mendatang.( Imam)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *