Workshop Media ROAESTORE,Strategi Kelola Potensi Perkebunan Kelapa Sawit

KABAR BANGGAI– Puluhan wartawan media cetak dan online di Luwuk, Kabupaten Banggai mengikuti Workshop Penguatan Media dalam Pengelolaan Industri Perkebunan Kelapa Sawit yang Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan. Kegiatan yang digelar oleh ROAESTORE Sulawesi Tengah ini dilaksanakan di Hotel Santika Luwuk, Selasa (24/2/2026) mulai pukul 09.30 hingga 17.30 Wita.

Partisipasi para Jurnalis tersebut sesuai surat undangan ROAESTORE Sulteng Nomor : 001/B/ROAeStore/II-2026, perihal Surat Undangan Partisipasi Jurnalis menghadiri Penguatan Media dalam Pengelolaan Industri Perkebunan Kelapa Sawit yang Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan.

banner 900x250 banner 900x250

Direktur ROAESTORE Sulteng, Subarkah dalam sambutannya menjelaskan, dalam rangka meningkatkan kapasitas dan peran media dalam mendorong tata kelola industri perkebunan kelapa sawit yang bertanggung jawab, sehingga ROAESTORE Sulawesi Tengah menyelenggarakan kegiatan Penguatan Media dalam Pengelolaan Industri Perkebunan Kelapa Sawit yang berkelanjutan dan Ramah Lingkungan.

Program ini sambunganya, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman jurnalis terhadap sektor perkebunan kelapa sawit, sehingga mampu menghasilkan pemberitaan yang berimbang, kontekstual, serta berbasis data.

Melalui pendekatan yang dilakukan secara bertahap dan saling terhubung, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat perspektif, kapasitas analisis, serta jejaring kolaborasi antara media dan para pemangku kepentingan di sektor sawit.

Baca Juga Berita Ini:  Tiga Kali Lipat di 2025, Bea Cukai Luwuk Musnahkan 84.320 Batang Rokok Ilegal, Tegaskan Komitmen Lawan Barang Gelap

“Kami mengundang teman-teman untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kehadiran dan kontribusi wartawan diharapkan dapat memperkaya diskusi, serta memperkuat peran media dalam mendukung pengelolaan industri perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan,” harapnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan, industri perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional maupun daerah, termasuk di Provinsi Sulawesi Tengah.

Di sisi lain, sektor ini juga kerap menjadi sorotan publik karena berbagai isu yang berkaitan dengan aspek lingkungan, sosial, tata kelola, hingga keberlanjutan.

Dinamika tersebut menuntut tersedianya informasi yang akurat, berimbang, dan berbasis data agar publik memperoleh gambaran yang utuh mengenai praktik pengelolaan industri kelapa sawit.

Media memiliki peran penting dalam membentuk opini publik sekaligus menjadi jembatan informasi antara pelaku usaha, pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Namun demikian, kompleksitas isu perkebunan kelapa sawit, mulai dari regulasi, standar keberlanjutan, hingga praktik di lapangan, memerlukan pemahaman yang memadai agar pemberitaan tidak bersifat parsial atau hanya menonjolkan satu perspektif tertentu.

Baca Juga Berita Ini:  Rem Blong, Pick Up Bermuatan Kayu Terbalik di Luwuk

Penguatan kapasitas jurnalis menjadi langkah strategis untuk memastikan proses diseminasi informasi berjalan secara profesional, kontekstual, dan bertanggung jawab,” katanya.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut kata dia, ROAESTORE Sulawesi Tengah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan Penguatan Media dalam Pengelolaan Industri Perkebunan Kelapa Sawit yang Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan. Melalui pendekatan yang dilakukan secara bertahap dan saling terhubung.

“Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperluas perspektif media, tetapi juga membangun ruang dialog dan kolaborasi antara jurnalis dengan para pemangku kepentingan di sektor sawit. Dengan demikian, media dapat berperan lebih optimal dalam mendorong tata kelola industri perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, transparan, dan ramah lingkungan,” tambahnya.

“Kegiatan ini bertujuan, meningkatkan pengetahuan jurnalis mengenai sektor perkebunan kelapa sawit, termasuk aspek tata kelola, regulasi, dan prinsip keberlanjutan.

Meningkatkan pemahaman jurnalis terhadap dinamika dan isu-isu strategis dalam industri perkebunan kelapa sawit. Memperkuat kapasitas analisis jurnalis dalam mengolah informasi dan data terkait sektor kelapa sawit, serta mendorong lahirnya pemberitaan yang berimbang, kontekstual, dan berbasis data mengenai industri perkebunan kelapa sawit,” pungkasnya. RUM**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *