Ubah Sampah Jadi Cuan, Warga Binaan Lapas Luwuk Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Pot Gantung

KABAR BANGGAI  – Kreativitas tanpa batas ditunjukkan oleh sejumlah Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk. Di tangan dingin mereka, limbah botol plastik bekas yang awalnya tidak bernilai, kini disulap menjadi pot gantung estetik yang berfungsi sebagai media tanam sayuran hijau, Kamis (4/6).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang digalakkan oleh Lapas Luwuk untuk memberikan keterampilan praktis bagi para penghuni.

banner 900x250

Tak hanya sekadar mengisi waktu luang, inovasi ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi.

Proses pembuatannya terbilang cukup sederhana namun membutuhkan ketelitian. Botol-botol plastik bekas dikumpulkan, dibersihkan, lalu dipotong dan dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai pot gantung.

Untuk mempercantik tampilan, beberapa pot dicat dengan warna-warna cerah sebelum diisi dengan media tanam.

Baca Juga Berita Ini:  Pria di Toili Barat Diduga Bunuh Diri Dengan Racun Serangga

Uniknya, pot gantung ini dikhususkan sebagai media tanam berbagai jenis sayuran hijau, seperti sawi, selada, dan kangkung.

Metode gantung sengaja dipilih untuk memanfaatkan lahan terbatas di area blok hunian agar tetap terlihat asri dan produktif.

Plh. Kepala Lapas Luwuk, Andi Abdul Muis menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk penghijauan internal, tetapi juga memiliki nilai ekonomis atau “cuan”.

Hasil panen sayuran dari pot gantung ini nantinya dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi Warga Binaan, sementara sebagian lagi dipasarkan kepada petugas maupun masyarakat luar.

“Ini adalah edukasi urban farming yang sangat aplikatif. Ketika mereka bebas nanti, mereka sudah punya skill untuk memanfaatkan barang bekas di sekitar rumah mereka menjadi sesuatu yang menghasilkan uang,” ungkap Andi.

Baca Juga Berita Ini:  Natal Bermakna di Lapas Luwuk, Ibadah Khidmat dan Remisi untuk WBP Nasrani

Salah satu Warga Binaan yang terlibat, sebut saja Paul (34) mengungkapkan bahwa keterampilan ini merupakan ide yang sangat kreatif dan sangat ramah lingkungan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan ruang dan status sebagai Warga Binaan bukan penghalang untuk tetap produktif.

Dengan memanfaatkan limbah botol ini, kita mendapat dua keuntungan, lingkungan jadi bersih dan kita bisa panen sayur sendiri,” ujar Paul.

Dengan adanya inovasi ini, Lapas Luwuk membuktikan bahwa pembinaan di dalam jeruji besi kini semakin modern dan berorientasi pada kemandirian.

Sampah yang dulunya menumpuk, kini bergelantungan cantik menghijaukan lingkungan Lapas sekaligus menjanjikan keuntungan ekonomi. (Humas LP Luwuk)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *