Sukses Panen Pakcoy Berkelanjutan, Lapas Luwuk Berperan Aktif Perkuat Ketahanan Pangan

KABAR BANGGAI  – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk kembali menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat dengan memanen hasil hortikultura berupa sayuran pakcoy di area pembinaan kemandirian, Kamis (21/5).

Hasil panen yang melimpah dan berkualitas segar ini tidak hanya dikonsumsi untuk kebutuhan internal, melainkan langsung didistribusikan ke Pasar Tradisional Simpong, salah satu pusat ekonomi terbesar di Kota Luwuk, guna memenuhi kebutuhan pasar domestik dan menjaga stabilitas harga sayuran lokal.

banner 900x250

Kegiatan produktif ini merupakan wujud nyata Lapas Luwuk dalam mendukung penuh 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin 8 di bidang ketahanan pangan.

Melalui optimalisasi lahan lapas menjadi area pertanian yang produktif, pihak Lapas berhasil menciptakan ekosistem pangan mandiri yang sejalan dengan instruksi dan target capaian dari Kementerian pusat.

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun menegaskan bahwa program asimilasi ini dirancang agar memberikan dampak jangka panjang bagi para Warga Binaan.

“Kami berkomitmen penuh menyukseskan Program Aksi Kementerian, salah satunya dengan memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif.

Baca Juga Berita Ini:  Warga Binaan Kini Terbantu, Lapas Luwuk–LBH Kuonami Banggai Sediakan Pendampingan Hukum Gratis

Melalui panen pakcoy berkelanjutan ini, kami ingin membuktikan bahwa lapas bukan sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan wadah produktif yang mempersiapkan Warga Binaan menjadi agen ketahanan pangan yang mandiri saat kembali ke masyarakat nanti,” ujar Bahrun.

Manfaat dari program pembinaan ini pun dirasakan langsung oleh para Warga Binaan yang terlibat di lapangan. Keberhasilan merawat tanaman hingga masa panen memberikan motivasi dan optimisme baru bagi mereka untuk menatap masa depan yang lebih baik.

“Kami sangat bersyukur mendapat pelatihan bertani di sini. Dulu saya tidak tahu cara bercocok tanam yang benar, tapi sekarang kami bisa menghasilkan sayur pakcoy yang segar dan layak dijual ke pasar.

Rasanya bangga sekali melihat hasil kerja keras kami didistribusikan ke Pasar Simpong dan bisa bermanfaat untuk orang banyak,” ungkap salah seorang Warga Binaan berinisial MD yang ikut dalam proses panen.

Selain memberikan dampak positif berupa pengasahan keterampilan agrobisnis bagi Warga Binaan, program ini juga memperkuat sinergi ekonomi dengan para pedagang di Pasar Tradisional Simpong.

Baca Juga Berita Ini:  *IKM Juli 2025, Pelayanan Imigrasi Banggai Raih 98,1 Persen: Bukti Layanan Publik yang Prima*

Sebagian hasil penjualan sayuran ini nantinya akan disetorkan kepada negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), sementara sebagian lainnya diberikan sebagai premi atau upah bagi Warga Binaan yang bekerja.

Keberhasilan ini mendapat apresiasi dan penguatan langsung dari Kakanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan. Dalam keterangannya, Kakanwil Bagus menegaskan bahwa jajarannya di daerah harus terus bergerak progresif guna mendukung asta cita pemerintah dan program aksi Kementerian.

“Saya memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Lapas Luwuk dalam mengimplementasikan poin ke-8 dari 15 Program Aksi Kementerian kita. Ini adalah bukti nyata bahwa program Pemasyarakatan mampu berdampak langsung pada ketahanan pangan nasional.

Kami mendorong seluruh UPT untuk terus melakukan inovasi serupa, mengoptimalkan lahan yang ada, dan membangun sinergi kuat dengan pasar lokal,” tegas Bagus.

Melalui keberhasilan panen pakcoy berkelanjutan ini, Lapas Luwuk membuktikan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi motor penggerak ketahanan pangan yang berdampak langsung bagi masyarakat luas. (Humas LP Luwuk) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *