Peringati Harkitnas ke-118, Lapas Luwuk Gelar Upacara Penuh Khidmat

KABAR BANGGAI  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 pada Rabu (20/5).

Bertempat di lapangan upacara Lapas Luwuk, kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran petugas dengan penuh khidmat dan rasa nasionalisme yang tinggi.

banner 900x250

Upacara yang dimulai tepat pukul 08.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Luwuk, Muhammad Bahrun yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Mengusung semangat menjaga tunas-tunas bangsa dan memperkokoh kedaulatan negara, seluruh peserta upacara tampak larut dalam suasana refleksi sejarah perjuangan bangsa.

Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, ditekankan bahwa embrio kebangkitan bangsa yang digagas oleh organisasi Budi Utomo pada tahun 1908 silam harus tetap menyala di dada setiap warga negara.

Semangat ini menjadi fondasi penting untuk membimbing generasi muda agar tidak terjerumus pada hal negatif dan tetap setia menjaga kedaulatan NKRI.

Baca Juga Berita Ini:  *Imigrasi Berikan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa dan Hapus Overstay bagi WNA Terimbas Erupsi Gunung Lewotobi*

“Kebangkitan nasional adalah momentum bagi kita semua termasuk para Warga Binaan yang merupakan bagian dari tunas bangsa untuk bangkit memperbaiki diri.

Kita harus menjaga dan membina mereka agar memiliki karakter yang kuat demi kedaulatan negara di masa depan,” ujar Bahrun dalam arahannya.

Menariknya, dalam rangkaian peringatan Harkitnas kali ini, Lapas Luwuk tidak hanya fokus pada pembinaan nasionalisme, tetapi juga pada aspek kesehatan lingkungan.

Di sela-sela kegiatan upacara, pihak Lapas melalui tim medis menyelenggarakan sosialisasi pencegahan Hantavirus yang ditujukan khusus bagi seluruh petugas Lapas.

Langkah preventif ini diambil sebagai bentuk komitmen pimpinan dalam menjaga kesehatan dan keselamatan kerja para pegawai dari ancaman penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat atau tikus.

Baca Juga Berita Ini:  Kemanusiaan di Balik Jeruji: Lapas Luwuk Fasilitasi Warga Binaan Melayat Ibu

Dalam sosialisasi tersebut, para petugas diberikan edukasi mendalam mengenai pentingnya pengawasan kebersihan di lingkungan kantor dan blok hunian, mengenali gejala klinis Hantavirus seperti demam tinggi dan gangguan pernapasan, serta langkah-langkah taktis dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan kerja.

Pelaksanaan upacara yang dirangkaikan dengan edukasi kesehatan internal ini menjadi bukti komitmen Lapas Luwuk bahwa kedaulatan dan ketahanan instansi harus dimulai dari kesiapan serta kesehatan para petugasnya. Dengan jajaran petugas yang sehat dan responsif, proses pembinaan karakter bagi para Warga Binaan pun dapat berjalan lebih optimal.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan doa bersama untuk kemajuan bangsa Indonesia, serta kelancaran tugas di Lapas Kelas IIB Luwuk. Secara keseluruhan, seluruh agenda upacara dan sosialisasi kesehatan tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. (Humas Lapas Luwuk)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *