Panen Sawi Hidroponik, Lapas Luwuk Buktikan Warga Binaan Bisa Mandiri dan Dukung Ketahanan Pangan Nasional

KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk kembali menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pembinaan yang produktif dan inovatif. Pada Selasa (22/7/2025), Lapas Luwuk sukses menggelar panen sayur sawi dari kebun hidroponik yang dikelola warga binaan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen nyata Lapas dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang diinisiasi Presiden dan Wakil Presiden, serta sejalan dengan akselerasi program Menteri Hukum dan HAM, khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Panen perdana ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, didampingi oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasibinapigiatja) serta Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja).

Turut terlibat dalam proses panen, tiga warga binaan yang selama ini aktif mengelola dan merawat kebun hidroponik tersebut.

“Panen sawi ini adalah wujud nyata dukungan kami terhadap program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah. Kami ingin Lapas tidak hanya menjadi tempat pembinaan secara mental dan spiritual, tetapi juga pusat produktivitas yang mampu berkontribusi bagi pemenuhan kebutuhan pangan, baik di internal Lapas maupun untuk masyarakat luas,” ungkap Muhammad Bahrun.

Baca Juga Berita Ini:  Cegah Korupsi Dana Desa, Kejaksaan Cabang Pagimana Gencarkan Penyuluhan Hukum di Desa Uha-Uhangon

Dari panen kali ini, sebanyak 20 kilogram sayur sawi segar berhasil dipanen. Hasil panen tersebut sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas melalui vendor bahan makanan (bama).

Sementara itu, sebagian lainnya dijual kepada para pengunjung di area besukan Lapas, membuka peluang pemasukan tambahan yang bernilai ekonomis.

Kegiatan hidroponik ini tak hanya difokuskan pada hasil panen semata. Lebih dari itu, program ini menjadi media pembinaan dan pelatihan keterampilan bagi para warga binaan. Mereka dibekali pengetahuan dan praktik mulai dari teknik dasar hidroponik, cara merawat tanaman, hingga proses pemanenan.

Harapannya, keterampilan ini akan menjadi bekal yang bermanfaat bagi warga binaan ketika mereka bebas dan kembali ke masyarakat, terutama untuk membuka peluang usaha di bidang pertanian modern.

Baca Juga Berita Ini:  Lapas Luwuk Perketat Pengawasan, Pegawai dan WBP Jalani Tes Urine

“Ini adalah langkah kecil menuju perubahan besar. Kami ingin memberikan harapan dan keterampilan yang nyata bagi para warga binaan agar saat kembali ke tengah masyarakat nanti, mereka siap dan punya kemampuan untuk mandiri,” tambah Bahrun.

Dengan program-program seperti ini, Lapas Kelas IIB Luwuk semakin membuktikan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga pembinaan dan pemberdayaan.

Dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional menjadi bentuk kontribusi nyata lembaga ini dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya di bidang pertanian berbasis teknologi seperti hidroponik.Red/Humas-LPLuwuk**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *