Muharram: Momentum Kebangkitan Umat Yang Hakiki

Oleh Zulfaina K, S.Pd (Aktivis Dakwah Muslimah)

KABAR BANGGAI – Bulan Muharram hadir kembali dan umat Islam setiap tahunnya memperingati Tahun Baru Islam. Namun sayang, tidak banyak dari umat yang menjadikan Muharram ini sebagai momentum untuk muhasabah diri secara mendalam.

Sebab, bulan Muharram adalah Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad ﷺ dari Makkah ke Madinah yang tujuannya untuk menerapkan Islam secara menyeluruh dalam skala negara.

Tahun Baru Islam seharusnya menjadi ajang untuk introspeksi bagi umat Islam. Sebab, berbagai macam persoalan masih terus menimpa umat Islam.

Kemaksiatan dan kriminalitas marak terjadi di tengah-tengah umat. Genosida yang menimpa saudara-saudari kita di Palestina terus terjadi di tengah pengkhianatan para penguasa Negeri-negeri Muslim.

Hijrah Bukan Sekadar Sejarah

Hijrah bukan sekadar sejarah, namun hijrah merupakan metode perubahan, ruh kebangkitan dan kunci peradaban. Makna hijrah juga bukan hanya berpindah tempat, namun berpindah arah hidup dari kegelapan menuju cahaya, dari cinta dunia menuju cinta Allah ﷻ.

 “Hijrah adalah meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” (HR. Bukhari)

Berdasarkan hadits diatas, hijrah sejati berarti meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah ﷻ menuju ridha Allah dan jannah-Nya. Peristiwa hijrah juga merupakan titik awal terwujudnya kemuliaan umat.

Umat Islam bersatu dalam satu kepemimpinan Negara, hidup sejahtera di bawah aturan Allah dan Islam dapat tersebar ke seluruh penjuru dunia. Bahkan sejarah mencatat Islam menjadi mercusuar dunia berhasil memimpin 2/3 dunia serta menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Umat Islam adalah umat terbaik nan mulia bahkan Allah ﷻ menyematkan kemuliaan tersebut dalam Al-Qur’an. Allah ﷻ berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, kamu menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah.” (QS. Al-Imran: 110)

Baca Juga Berita Ini:  Viral Tes Kehamilan Siswi SMA, Mampukah Cegah Pergaulan Bebas?

Namun, predikat sebagai umat terbaik justru tak nampak nyata dalam kehidupan ini hari. Umat Islam harus merenungkan kembali apa akar masalah kondisi buruk dan problematika umat saat ini, sehingga umat Islam kehilangan kemuliaannya sebagai umat terbaik. 

Penerapan Sistem Sekuler Kapitalisme Akar Masalah

Sejatinya kalau kita membaca lebih dalam lagi, sebab keadaan umat yang terpuruk ini hari adalah karena makin jauh dari aturan Allah ﷻ. Penerapan aturan yang memisahkan agama dari kehidupan merupakan dalang terjadinya problematika, kerusakan hingga keterpurukan umat. Aturan Allah ﷻ tidak lagi dijadikan sebagai pedoman kehidupan, sebab sekuler kapitalisme semakin menjauhkan umat dari Islam secara perlahan tanpa umat sadari.

Kemudian, paham sekuler kapitalisme berhasil meracuni pemikiran umat, sehingga tidak sedikit yang memandang bahwa agama hanya boleh mengatur masalah ibadah ritual semata dan masalah selain ibadah mahdhah tak boleh diatur oleh agama serta menjadikan materi sebagai tujuan tertinggi dalam kehidupan. Mencapai ridha Allah ﷻ bukan lagi menjadi prioritas. Umat tak lagi memahami arah tujuan kehidupan yang sebenarnya.

Alhasil kerusakan dan keterpurukan serta bencana adalah keniscayaan yang terjadi ketika bukan lagi aturan Allah ﷻ yang diterapkan. Sebagaimana Allah ﷻ berfirman:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ أَعْمَىٰ

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (QS. Thaha: 124)

Saatnya Mewujudkan Kepemimpinan Islam Global

Islam adalah agama yang sempurna. Sebab, bukan hanya mengatur masalah ibadah ritual, namun juga mengatur tatanan kehidupan secara global.

Saatnya umat mewujudkan kembali kemuliaan sebagai umat terbaik. Satu-satunya cara untuk  mengembalikan kemuliaan adalah dengan kembali menerapkan aturan Allah ﷻ dalam seluruh kanca kehidupan.

Ada tiga pilar yang substansial untuk mewujudkan peradaban Islam yang gemilang.

Baca Juga Berita Ini:  Atasi Derita Kenaikan PPN dengan Bansos dan Subsidi, Solusi Tepatkah?

1. Pilar individu yang bertakwa, yakni individu  yang memiliki tauhid yang kokoh dan senantiasa menjadikan Allah ﷻ sebagai pusat aktivitas, sehingga ridha Allah ﷻ menjadi tujuan dalam segala aktivitas.

2. Pilar kontrol masyarakat, yakni masyarakat yang senantiasa tolong menolong dalam kebaikan (ta’awun), peduli satu sama lain, saling menasehati dalam kebaikan dan kebenaran.

3. Pilar negara, yakni negara yang menerapkan aturan Islam secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan. Mulai dari aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, sanksi, sosial hingga tatanan politik global. Sebab, Islam merupakan ideologi bukan sekadar agama ritual semata.

Tiga pilar diatas dapat diwujudkan dengan kebangkitan umat yang hakiki, yakni dengan penerapan aturan Islam secara menyeluruh dalam naungan satu Negara.

Umat Islam harus segera menyadari bahwa kita butuh untuk diterapkannya syariat Islam secara menyeluruh dalam naungan Negara yang menerapkan Islam.

Kaum muslimin saat ini menjadi lemah sebab terpisah oleh sekat nasionalisme dan tercerai-berai menjadi beberapa negara bagian, sehingga umat makin terpuruk dan jauh dari predikat umat terbaik. Saatnya umat Islam bersatu mewujudkan kepemimpinan Islam global.

Negara dalam Islam sebagai institusi akan menjadi pelindung dan perisai bagi umat. Oleh karena itu, umat harus sadar akan kebutuhan hadirnya Negara Islam.

Sebagai umat dan generasi Islam kita harus membina diri dan menambah tsaqofah Islam dengan bergabung pada jamaah dakwah yang tulus dan senantiasa istikamah berjuang di jalan Allah ﷻ untuk mewujudkan kembalinya kehidupan Islam yang hilang.

Mari menjadikan bulan Muharram ini sebagai titik balik kebangkitan umat yang hakiki, yakni menjadi individu yang bertakwa, keluarga yang harmonis, umat yang satu dan dunia yang bersinar dengan cahaya Islam. Umat Islam pernah menjadi mercusuar dunia, dan dengan izin Allah ﷻ akan kembali menjadi peradaban yang agung.  Wallahu a’lam bishowab.[]**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *