“Menembus Jeruji, Lapas Luwuk Sukses Panen Perdana 50 Kg Jagung Manis”

KABAR BANGGAI – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk sukses memanen 50 kilogram jagung manis segar untuk pertama kalinya di lahan samping area Lapas, pada Senin (13/7), sebagai langkah nyata mendukung program kemandirian pangan nasional.

Agenda panen perdana hasil kemandirian Warga Binaan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan ruang di balik jeruji besi tidak menghalangi mereka untuk tetap produktif dan melahirkan semangat baru di bidang agrobisnis.

banner 900x250

Lahan samping Lapas yang sebelumnya kurang termanfaatkan, kini disulap menjadi area pertanian produktif yang hijau dan menghasilkan berkat pelatihan bercocok tanam secara berkala yang diberikan oleh petugas.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun menyampaikan apresiasinya atas kerja keras para Warga Binaan serta jajaran Petugas Pemasyarakatan yang konsisten melakukan pendampingan.

Menurutnya, program ini dirancang untuk memberikan keterampilan konkret yang dapat menjadi modal berharga bagi Warga Binaan setelah bebas nanti.

Baca Juga Berita Ini:  Jelang Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61, Lapas Luwuk Siap Tampilkan Karya Unggulan Warga Binaan di Pameran UMKM Nasional

“Panen perdana jagung manis sebanyak 50 kg ini adalah buah dari ketekunan Warga Binaan. Kami memanfaatkan lahan di samping Lapas agar mereka memiliki ruang untuk belajar bertani secara langsung, mulai dari pengolahan tanah, perawatan, hingga masa panen,” ujar Bahrun.

Rasa bangga dan syukur juga diungkapkan langsung oleh salah seorang Warga Binaan berinisial IS, yang ikut merawat tanaman jagung tersebut sejak awal penanaman. Ia mengaku mendapatkan banyak ilmu baru yang sangat bermanfaat selama mengikuti program pembinaan ini.

“Awalnya saya tidak tahu sama sekali cara bertani yang benar. Tapi di sini kami diajari dari nol oleh petugas, mulai dari cara memupuk sampai merawat jagung agar buahnya besar dan manis.

Rasanya bangga sekali hari ini bisa melihat hasil kerja keras kami dipanen sebanyak 50 kg. Ini modal keterampilan yang sangat berharga untuk saya buka usaha bertani nanti setelah bebas,” ungkap IS.

Baca Juga Berita Ini:  "Pastikan Keamanan Kondusif, Kalapas Luwuk Beri Penguatan Tugas dan Fungsi kepada Jajaran"

Keberhasilan panen ini menjadi komitmen Lapas Luwuk dalam mendukung program kemandirian pangan sebagai implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, salah satunya berfokus pada penguatan kemandirian pangan.

Program tersebut diwujudkan melalui pengembangan sektor pertanian dengan memanfaatkan lahan tidur (idle land) menjadi lahan produktif. Selain mendukung ketahanan pangan nasional dan daerah, kegiatan ini menjadi pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.

Ke depan, hasil panen jagung manis ini tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan internal, melainkan siap dipasarkan secara luas ke masyarakat dan pasar lokal di Luwuk.

Melalui program pemasaran keluar ini, Lapas Kelas IIB Luwuk membuktikan bahwa produk karya Warga Binaan memiliki nilai daya saing tinggi, sekaligus menjadi langkah konkret dalam mencetak kemandirian ekonomi bagi Warga Binaan sebelum mereka kembali ke tengah masyarakat. (Ks)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *