Melodi Dari Balik Jeruji, WBP Lapas Luwuk Gelorakan Semangat Kemerdekaan Lewat Seni Music di L’Pas Cafe

KABAR BANGGAI  –  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus berkomitmen membina para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui berbagai wadah kreatif. Salah satu langkah nyata tersebut dibuktikan melalui ajang unjuk kebolehan seni dan musik yang digelar secara berkala di L’Pas Cafe, lingkungan Lapas Kelas IIB Luwuk, Rabu (12/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, kelompok musik WBP tampil memukau menyanyikan lagu bertema “Untukmu Indonesia”. Kendati menggunakan instrumen musik yang sederhana dan serba terbatas, harmoni serta lantunan syair yang dibawakan mampu menghadirkan kedamaian mendalam.

banner 900x250

Aktivitas berkesenian ini diakui menjadi sarana ketenangan jiwa bagi para warga binaan dalam menjalani masa hukuman hingga menyongsong hari kebebasan kelak.

Baca Juga Berita Ini:  "Lapas Luwuk Gelar Gerakan Pemasyarakatan Sehat, Warga Binaan Antusias"

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, memberikan apresiasi setinggi-tingginya serta dukungan penuh terhadap bakat dan kreativitas yang ditunjukkan oleh para warga binaan. Menurutnya, keterbatasan sarana tidak menjadi penghalang untuk melahirkan karya yang menyentuh hati dan bernilai positif.

“Saya sangat bangga dan mengapresiasi semangat anak-anak binaan. Kelompok musik ini mungkin sederhana dan unik, namun penjiwaan serta bakat yang mereka tampilkan sangat luar biasa.

L’Pas Cafe ini memang dirancang sebagai wadah ekspresi agar potensi serta keahlian vokal mereka dapat tersalurkan dengan baik dan tertata,” ujar Muhammad Bahrun.

Lebih lanjut, Kalapas Luwuk menyampaikan harapannya agar grup musik binaan ini dapat terus mengasah kemampuan mereka. Beliau menargetkan kelompok musik WBP ini dapat diberi kesempatan untuk tampil mengisi acara resmi pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mendatang.

Baca Juga Berita Ini:  "Warga Binaan Lapas Luwuk Luar Biasa, Ubah Limbah Plastik Jadi Bunga Cantik Bernilai Ekonomis"

Keberadaan L’Pas Cafe kini tidak hanya sekadar tempat bersantai, melainkan telah bertransformasi menjadi sarana pembinaan kepribadian yang efektif.

Melalui pendekatan seni musik, Lapas Kelas IIB Luwuk membuktikan bahwa proses pembinaan dapat berjalan dengan humanis, memberikan ruang pembuktian diri, serta mempersiapkan para warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat dengan bakat yang positif.( Imam) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *