Semarak HUT ke-81 RI, Lapas Luwuk Salurkan Bansos kepada Warga Desa Binaan

KABAR BANGGAI  – Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara dan berbagai perlombaan. Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk bersama Kantor Imigrasi Non TPI Kelas II Banggai memilih merayakannya dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat, yakni berbagi kebutuhan pokok dan hasil pembinaan kepada warga Desa Tontouan, Selasa (11/8/2026).

Bertempat di Desa Tontouan selaku Desa Binaan Lapas Luwuk, kegiatan pemberian bantuan sosial tersebut menyasar masyarakat yang membutuhkan. Sebanyak 25 paket sembako dan 25 paket sayuran dibagikan dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WITA.

banner 900x250

Yang membuat kegiatan ini berbeda, sayuran yang dibagikan kepada masyarakat merupakan hasil dari kegiatan pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan yang dikerjakan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Luwuk.

Sayuran yang sebelumnya ditanam, dirawat, dan dipanen di lingkungan Lapas tersebut kemudian dibawa keluar untuk dibagikan kepada masyarakat.

Dengan demikian, hasil kerja Warga Binaan tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas pembinaan di dalam Lapas, tetapi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Luwuk, Andi Abdul Muis, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Luwuk untuk hadir dan membawa dampak positif langsung bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga Berita Ini:  Ribuan Keluarga Kemenag Banggai Semarakkan Gerak Jalan Sehat HAB ke-79

“Melalui momen peringatan kemerdekaan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan warga desa binaan.

 Sayuran yang kami serahkan dalam paket bansos ini adalah produk unggulan hasil pembinaan kemandirian warga binaan di dalam Lapas. Ini membuktikan bahwa pembinaan yang berjalan dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Andi Muis.

Kepala Desa Tontouan, Sumitro Aliwu, mengapresiasi perhatian Lapas Luwuk dan Kantor Imigrasi Banggai kepada masyarakat Desa Tontouan

 “Kami sangat berterima kasih. Kehadiran Lapas Luwuk di Desa Tontouan bukan hanya sebatas Desa Binaan di atas kertas. Masyarakat bisa merasakan langsung perhatian dan kegiatan yang dilakukan. Hari ini bantuan yang datang benar-benar bisa digunakan oleh warga,” ungkap Sumitro.

Sementara itu, salah seorang penerima bantuan, Wati, mengaku senang mendapatkan bantuan tersebut. Ia mengatakan bantuan sembako dan sayuran sangat membantu kebutuhan sehari-hari keluarganya.

“Alhamdulillah, kami senang sekali, bantuan sembako seperti ini memang sangat membantu. Ditambah sayurannya masih segar. Terima kasih kepada Lapas Luwuk dan Imigrasi Banggai yang sudah datang dan berbagi dengan kami,” ujar Wati.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara Lapas Luwuk, Kantor Imigrasi Non TPI Kelas II Banggai, pemerintah Desa Tontouan, dan masyarakat.

Selain mempererat hubungan dengan Desa Binaan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperlihatkan hasil dari program pembinaan kemandirian yang selama ini dijalankan Lapas Luwuk.

Baca Juga Berita Ini:  Pelayanan SIM dan STNK Polres Banggai Kembali Dibuka Pasca Natal

Melalui program ketahanan pangan, Warga Binaan dilibatkan dalam berbagai aktivitas produktif mulai dari proses penanaman, perawatan hingga panen. Hasilnya kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan internal dan sebagian dapat disalurkan dalam kegiatan sosial kepada masyarakat.

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, mengatakan bahwa pihaknya ingin memastikan kegiatan pembinaan memiliki hasil yang nyata dan tidak berhenti hanya sebagai aktivitas di dalam Lapas. “Kami ingin hasil pembinaan itu punya cerita sampai ke luar Lapas.

Warga Binaan menanam, merawat, kemudian panen. Hari ini hasilnya kami bawa ke masyarakat. Jadi mereka bisa melihat bahwa di dalam Lapas ada proses, ada kerja, dan ada hasil yang bisa memberikan manfaat,” ujar Muhammad Bahrun.

Di tengah semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana, bekerja, berbagi, dan memastikan apa yang dihasilkan dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Seluruh rangkaian kegiatan pemberian bantuan sosial berlangsung aman, tertib, lancar, dan penuh keakraban antara jajaran Lapas Luwuk, Imigrasi Banggai, pemerintah desa, dan masyarakat Desa Tontouan. (Mj)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *