Lapas Luwuk Terima Hilux, Perkuat Program Ketahanan Pangan

KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus berkomitmen dalam mendukung dan menggenjot program ketahanan pangan nasional. 

Langkah nyata ini dibuktikan dengan diterimanya transfer Barang Milik Negara (BMN) berupa satu unit mobil operasional Toyota Hilux dari Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Banggai, Senin (5/10).

banner 900x250

Penyerahan armada kendaraan ini ditujukan untuk memperkuat sarana mobilitas dan kelancaran kegiatan pertanian luar Lapas. 

Keberadaan unit mobil pikap double cabin ini menjadi solusi krusial atas tantangan jarak operasional, mengingat lokasi area kebun produktif milik Lapas Luwuk berjarak lumayan jauh, yakni sekitar 9 kilometer dari area kantor.

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun menyampaikan apresiasi yang tinggi atas transfer alokasi BMN tersebut yang dinilai sangat tepat sasaran dalam menjawab kebutuhan operasional Lapas.

Baca Juga Berita Ini:  *Bersih dari Narkoba Harga Mati, Lapas Luwuk Gelar Tes Urine Menyeluruh Pegawai dan Warga Binaan*

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kakanim Banggai beserta jajaran atas dukungan armada operasional ini. 

Kendaraan ini sangat krusial bagi kami untuk menunjang transportasi Warga Binaan serta pengangkutan sarana dan hasil pertanian, mengingat jarak lokasi kebun Lapas yang lumayan jauh, sekitar 9 kilometer. Bantuan ini jelas akan memacu produktivitas program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian di Lapas Luwuk,” ujar Bahrun.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Banggai, Rangga Putra Yudha Asmara menegaskan bahwa penyerahan kendaraan ini merupakan bentuk sinergi antar-instansi dalam naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Penyerahan satu unit mobil Hilux melalui mekanisme transfer BMN ini merupakan wujud sinergi dan kolaborasi erat antar-UPT. 

Baca Juga Berita Ini:  Perkuat Akuntabilitas BMN, Lapas Luwuk Pasang Plang Resmi di 13 Rumah Dinas

Kami berharap aset ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Lapas Luwuk, khususnya dalam mendukung kelancaran mobilitas operasional program ketahanan pangan yang sedang dijalankan,” tuturnya.

Dengan hadirnya kendaraan pendukung tersebut, pengangkutan sarana produksi pertanian, hasil panen, hingga transportasi bagi Warga Binaan yang mengelola kebun dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan aman.

Langkah kolaborasi antar-UPT di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ini diharapkan dapat memacu produktivitas sektor pertanian Lapas Luwuk, sekaligus memberikan pembinaan kemandirian yang lebih optimal bagi Warga Binaan dalam menyukseskan program ketahanan pangan. (Ks)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *