Lapas Luwuk Over Kapasitas, Upaya Integrasi CB dan PB Terus Dipacu

KABAR BANGGAI  –  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk saat ini tengah menghadapi tantangan serius terkait lonjakan jumlah hunian. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun pada Rabu (13/05/2026), jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di institusi tersebut telah mencapai 398 orang.

Angka ini menunjukkan kondisi over kapasitas yang signifikan, mengingat daya tampung ideal bangunan hanya diperuntukkan bagi 227 orang.

banner 900x250

Kondisi surplus penghuni ini memaksa pihak Lapas untuk bekerja ekstra dalam memastikan stabilitas keamanan dan pemenuhan hak-hak dasar para warga binaan.

Staf Lapas Luwuk mengonfirmasi bahwa tren peningkatan jumlah penghuni ini menuntut adanya langkah strategis agar fungsi pemasyarakatan tetap berjalan optimal meskipun fasilitas yang ada harus menampung beban hampir dua kali lipat dari kapasitas normal.

Menyikapi fenomena ini, Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk,Muhammad Bahrun, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Salah satu solusi konkret yang sedang ditempuh adalah dengan mempercepat pengajuan program integrasi bagi warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif maupun substantif.

Baca Juga Berita Ini:  "Lapas Luwuk Menjawab Tantangan Ketahanan Pangan Melalui Panen Raya Serentak UPT Pemasyarakatan"

“Demi mengurangi kepadatan hunian, saat ini kami telah mengajukan permohonan Cuti Bersyarat (CB) dan Pembebasan Bersyarat (PB) bagi warga binaan yang sudah layak secara aturan,” ujar Bahrun saat dikonfirmasi oleh awak media.

Ia menjelaskan bahwa seluruh berkas pengajuan saat ini tengah dalam proses verifikasi dan tindak lanjut di tingkat pusat. Pihak Lapas berkomitmen untuk terus mengawal proses tersebut hingga surat keputusan resmi diterbitkan.

“Upaya maksimal sudah kami lakukan. Semua proses sedang berjalan di sistem, jadi saat ini kita tinggal menunggu keputusan final turun,” tambahnya menekankan transparansi proses tersebut.

Meskipun kondisi lapas sedang padat, Bahrun memastikan bahwa program pembinaan tetap menjadi prioritas utama. Warga binaan tidak sekadar menjalani masa hukuman, tetapi juga dibekali dengan berbagai pelatihan keterampilan dan pembinaan kepribadian.

Baca Juga Berita Ini:  Aksi Nyata Zero Halinar, Lapas Luwuk Gelar Ikrar Bersama dan Razia Kamar Hunian

Program kemandirian ini dirancang sebagai bekal nyata agar saat mereka bebas nanti, para mantan warga binaan memiliki keahlian yang kompetitif untuk kembali berintegrasi ke masyarakat.

Pelatihan yang diberikan mencakup berbagai bidang kerajinan dan keterampilan praktis yang diharapkan dapat menjadi modal utama mereka dalam membuka lapangan usaha mandiri atau mencari pekerjaan layak.

Dengan kombinasi percepatan program integrasi dan penguatan kualitas pembinaan, Lapas Luwuk berharap dapat mengurai benang kusut over kapasitas sekaligus mencetak individu yang lebih baik saat kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.( Imam ) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *