Lapas Luwuk Manfaatkan Lahan Kosong, Warga Binaan Tanam Sayuran Hortikultura

KABAR BANGGAI  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus berinovasi dalam mengoptimalkan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. 

Alih-alih membiarkan area terbuka menjadi lahan tidur, pihak Lapas justru menyulapnya menjadi ladang hijau yang asri. 

banner 900x250

Program pemanfaatan lahan kosong ini kini bertransformasi menjadi area pertanian hortikultura yang menjanjikan, Selasa (31/3).

Di Lapas Luwuk tidak hanya diisi dengan rutinitas pembinaan kepribadian, tetapi juga pembinaan kemandirian. 

Sejumlah Warga Binaan nampak telaten mengolah tanah, menyemai benih, hingga merawat tanaman. 

Berbagai jenis sayuran seperti kangkung, bayam, sawi, hingga cabai tumbuh subur di lahan yang dikelola secara optimal ini.

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari implementasi ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah. 

Dengan memanfaatkan teknologi pertanian sederhana namun efektif, lahan yang dulunya gersang kini memberikan manfaat ganda yaitu estetika lingkungan dan nilai guna.

Baca Juga Berita Ini:   "Pelarian ke Papua Sia-Sia, Pelaku Penusukan Luwuk Akhirnya Tertangkap"

“Kami ingin menunjukkan bahwa tembok penjara bukan penghalang untuk tetap produktif. 

Di sini, kami menanam harapan di atas tanah yang terbatas, agar kelak para Warga Binaan bisa memanen kebaikan saat bebas nanti,” ujar Bahrun.

Seluruh upaya yang dilakukan saat ini bermuara pada satu target besar, yaitu persiapan Panen Raya. 

Pemanfaatan lahan ini bukan sekadar aktivitas harian, melainkan proyek terstruktur untuk membuktikan bahwa sistem pembinaan di Lapas Luwuk berjalan secara efektif dan masif.

Momentum panen raya yang sedang dipersiapkan ini nantinya akan menjadi ajang pembuktian kemandirian bagi para Warga Binaan. 

Melalui program ini, mereka dibekali keterampilan bertani yang mumpuni sebagai bekal berharga saat kembali ke masyarakat kelak. 

Selain bertujuan memperkuat ketahanan pangan internal untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas, hasil panen yang melimpah juga diproyeksikan untuk dipasarkan. 

Baca Juga Berita Ini:  Akhir Tahun, Polres Banggai Ungkap Empat Kasus Kriminal Berat, Pembunuhan Jadi Sorotan Utama

Keuntungan dari penjualan tersebut kemudian dikelola sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekaligus memberikan premi atau upah bagi Warga Binaan yang telah bekerja keras di ladang.

Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Luwuk, Heru Cahyono turut memberikan penekanan terkait teknis dan pengawasan di lapangan. Beliau menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pendampingan intensif kepada Warga Binaan untuk memastikan setiap tahapan, mulai dari pengolahan tanah hingga pengendalian hama, dilakukan sesuai dengan prosedur pertanian yang baik. 

Menurutnya, fokus utama saat ini adalah menjaga konsistensi perawatan agar target panen raya dapat tercapai tepat waktu dengan hasil yang memuaskan.

Melalui tangan-tangan yang terampil, sayuran hortikultura tumbuh sebagai simbol regenerasi dan semangat baru.

Lapas Luwuk membuktikan bahwa dengan kreativitas dan kemauan, setiap jengkal tanah memiliki potensi untuk memberdayakan manusia.( Release Lapas Luwuk) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *