Lapas Luwuk Intensifkan Program Pembinaan Jasmani Bagi Warga Binaan Berusia Lanjut

KABAR BANGGAI  – Guna memastikan pemenuhan hak kesehatan bagi seluruh kelompok usia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk mengintensifkan program pembinaan jasmani khusus bagi Warga Binaan yang berusia lanjut (lansia).

Langkah ini diambil sebagai komitmen Lapas Luwuk dalam memberikan pelayanan perawatan kesehatan yang optimal dan inklusif di balik jeruji besi, Jumat (22/5).

banner 900x250

Kegiatan olahraga yang dirancang ramah lansia ini, seperti senam peregangan ringan dan jalan sehat di area blok, dipimpin dan diawasi langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Andi Abdul Muis, beserta jajaran petugas pengamanan dan kesehatan.

Keterlibatan langsung pihak KPLP ini bertujuan untuk memastikan bahwa selain aspek kesehatan yang terpenuhi, faktor keamanan dan kenyamanan para Warga Binaan lansia selama beraktivitas tetap terjaga dengan baik.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun menegaskan bahwa jajarannya menaruh perhatian khusus pada Warga Binaan lansia karena mereka memiliki kerentanan fisik yang lebih tinggi.

“Program pembinaan jasmani ini kami intensifkan sebagai bentuk nyata pelayanan berbasis Prima. Kami ingin memastikan bahwa meski dalam keterbatasan ruang gerak, para Warga Binaan yang sudah berusia lanjut ini tetap mendapatkan haknya untuk hidup sehat, bugar, dan produktif.

Baca Juga Berita Ini:  Sempat Buron ke Manado, Penggelap Tiga Mobil Perusahaan Sudah Dilimpahkan !

Kehadiran KPLP di lapangan juga memastikan kegiatan berjalan tertib dan terukur sesuai kemampuan fisik mereka,” ujar Bahrun.

Antusiasme tinggi terpancar dari salah seorang Warga Binaan lansia berinisial AM (67), yang rutin mengikuti program ini. Ia mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh pihak Lapas Luwuk.

“Kami yang sudah tua ini sering mengeluh badan kaku dan pegal-pegal. Sejak ada olahraga rutin yang dipandu langsung oleh bapak-bapak petugas, tubuh rasanya jadi lebih ringan, tidur lebih nyenyak, dan kami merasa sangat diperhatikan di sini. Olahraganya juga santai jadi kami tidak cepat lelah,” ungkap AM dengan senyum sumringah.

Pelaksanaan program jasmani yang intensif ini membawa dampak yang sangat positif di lingkungan Lapas Luwuk. Secara medis, kegiatan ini berhasil menurunkan angka keluhan penyakit degeneratif seperti reumatik, hipertensi, dan nyeri sendi di kalangan lansia, sehingga tingkat kunjungan ke klinik kuratif berkurang.

Baca Juga Berita Ini:  Lapas Luwuk Sambut Kunjungan Silaturahmi Kajari Banggai Yang Baru

Selain meningkatkan imunitas dan kesehatan fisik, dampak psikologisnya pun sangat terasa, kegiatan olahraga bersama ini menjadi sarana hiburan yang efektif untuk mengusir kejenuhan, mengurangi tingkat stres, serta mempererat hubungan emosional yang harmonis antara Warga Binaan lansia dan para petugas pengamanan.

Tidak hanya berfokus pada olah tubuh, di akhir kegiatan jajaran pengamanan dan tim kesehatan Lapas Luwuk juga memberikan penyuluhan singkat mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Para Warga Binaan lansia diedukasi secara interaktif mengenai kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan pakaian serta kamar hunian, hingga pola konsumsi air putih yang cukup. Edukasi PHBS ini menjadi penutup komprehensif agar kebugaran yang didapat dari olahraga dapat berkesinambungan dengan kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka. (Humas LP Luwuk)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *