KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk turut ambil bagian dalam kegiatan pembukaan Perkemahan Satu Hari (PERSARI) Pramuka Satya Darma Bhakti Pemasyarakatan yang digelar secara virtual, Sabtu (tanggal menyesuaikan).
Kegiatan ini diikuti secara serentak oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sulawesi Tengah melalui aplikasi Zoom Meeting.
Dengan mengusung tema “Tangguh dalam Cobaan, Bangkit dalam Pembinaan,” kegiatan PERSARI menjadi momentum penting dalam pembinaan karakter warga binaan pemasyarakatan melalui nilai-nilai kepramukaan.

Di Lapas Kelas IIB Luwuk, acara ini dipusatkan di aula utama dan dipimpin langsung oleh Kalapas Muhammad Bahrun, yang didampingi oleh jajaran pejabat struktural.
Upacara pembukaan secara virtual dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, dan turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tengah serta para pejabat tinggi Pemasyarakatan lainnya.
Kegiatan ini menunjukkan sinergi antara instansi pemasyarakatan dengan berbagai elemen pemerintah daerah dalam mendorong proses pembinaan yang bermakna bagi warga binaan.
Kehadiran para tamu undangan di Lapas Luwuk turut menambah semarak acara, di antaranya Kapolsek Luwuk, Kepala Balai Pemasyarakatan (Kabapas) Luwuk, serta perwakilan dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Banggai.
Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap proses pembinaan dan rehabilitasi sosial melalui kegiatan kepramukaan.
Sebanyak 14 orang warga binaan yang tergabung dalam anggota Pramuka Satya Darma Bhakti Pemasyarakatan tampak mengikuti kegiatan dengan penuh antusiasme.

Mereka berpartisipasi aktif dalam setiap sesi kegiatan, yang dirancang untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, semangat kebersamaan, dan jiwa kepemimpinan.
Kalapas Muhammad Bahrun menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari pembinaan berbasis karakter. “Melalui kegiatan kepramukaan, kami ingin membentuk pribadi warga binaan yang lebih mandiri, disiplin, dan siap kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan serta mental yang kuat,” ujarnya.
PERSARI bukan hanya menjadi kegiatan seremonial semata, namun menjadi sarana strategis dalam membentuk pola pikir dan perilaku warga binaan ke arah yang lebih baik.
Semangat “Tangguh dalam cobaan, bangkit dalam pembinaan” benar-benar tercermin dalam partisipasi aktif warga binaan selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin dalam program pembinaan Lapas, guna mencetak generasi warga binaan yang siap berkontribusi positif setelah masa pidananya berakhir.( Humas Lapas Luwuk ) **







