KABAR BANGGAI – Pujian tulus mengalir untuk Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Banggai di Pagimana, David Andrianto, yang menunjukkan dedikasi luar biasa dalam upaya mendekatkan hukum kepada masyarakat.
Tidak hanya sekadar menjalankan tugas, namun Kacabjari David Andrianto memilih untuk turun langsung ke desa-desa terpencil, menghadirkan edukasi hukum secara interaktif dan humanis, hingga menuai rasa haru serta apresiasi mendalam dari warga Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai. Sabtu 16 Agustus 2025.

Langkah inovatif ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Kejaksaan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, terutama di wilayah Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Selama tiga hari penuh, dari tanggal 14 hingga 16 Agustus 2025, Kacabjari David Andrianto secara pribadi mengunjungi sejumlah desa, membuka ruang dialog yang sebelumnya terasa sangat jauh dari jangkauan warga.
Apresiasi Warga dan Kehausan Akan Pemahaman Hukum
Kehadiran Kacabjari David Andrianto langsung disambut dengan antusiasme yang luar biasa. Warga desa yang selama ini mungkin merasa canggung atau tidak tahu harus kemana untuk bertanya tentang persoalan hukum, kini mendapatkan kesempatan emas.
Dalam forum penyuluhan, berbagai pertanyaan yang selama ini membebani pikiran masyarakat pun terjawab, mulai dari sengketa tanah, batas wilayah, warisan, hingga masalah pengelolaan keuangan desa.
Salah seorang warga Desa Longkoga Timur mengungkapkan rasa syukurnya, “Dengan kehadiran bapak di sini, kami bisa lebih paham tentang hukum dan bisa banyak bertanya tentang masalah yang kami alami di desa.

Pengakuan ini bukan sekadar kalimat formal, melainkan cerminan nyata dari bagaimana upaya proaktif ini mampu meruntuhkan sekat-sekat birokrasi dan mendekatkan aparat penegak hukum dengan rakyat.
Kinerja yang Menginspirasi dan Menyentuh Hati
Respons positif tidak berhenti di situ. Banyak masyarakat yang mengapresiasi kinerja Kacabjari David Andrianto yang dianggap sebagai “pemimpin yang turun gunung” dan membawa manfaat langsung bagi warga.
Hal ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka, di mana seorang pejabat setingkat Kacabjari bersedia meluangkan waktu dan tenaga untuk hadir langsung di tengah-tengah mereka.
Bahkan setelah rangkaian kegiatan resmi berakhir, kehangatan dan rasa percaya masyarakat masih terus berlanjut. Banyak warga yang rela mendatangi tempat peristirahatan Kacabjari David Andrianto hanya untuk melanjutkan diskusi, menanyakan perihal masalah, atau sekadar menyampaikan keluhan yang mereka hadapi.
Hal ini menjadi bukti kuat bahwa program penyuluhan ini tidak hanya berhasil secara formal, namun juga berhasil membangun ikatan emosional dan kepercayaan yang kuat antara Kejaksaan dengan masyarakat.
Membangun Masyarakat Sadar Hukum dari Hati
Melalui kegiatan ini, Cabjari Banggai di Pagimana menanamkan harapan besar. Harapannya, masyarakat desa akan menjadi lebih sadar hukum, lebih peka terhadap potensi pelanggaran, dan berani untuk aktif melaporkan jika terjadi dugaan tindak pidana di lingkungan mereka. Ini bukan hanya tentang penegakan hukum, melainkan tentang membangun fondasi masyarakat yang kuat dan berdaya.
Kinerja Kacabjari David Andrianto ini menjadi contoh nyata bahwa pendekatan humanis, proaktif, dan tulus bisa memberikan dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar prosedur formal.
Kehadirannya tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan harapan dan kepercayaan, membuktikan bahwa hukum sejatinya bisa menjadi pelindung yang hadir langsung di tengah-tengah masyarakat. ( MAM) **







