Kajian Jumat Lapas Luwuk: Sehatkan Jiwa Raga, Dekatkan Diri pada Allah

KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk kembali menunjukkan komitmennya dalam membina kepribadian warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan pembinaan rohani yang rutin digelar setiap hari Jumat, 11 April 2025.

Pada Jumat pagi ini, suasana religius terasa khusyuk di Masjid At-Taubah saat seluruh WBP beragama Islam mengikuti kajian keagamaan yang dimulai pukul 08.30 WITA.

banner 900x250

Kegiatan ini menghadirkan penceramah dari Kementerian Agama Kabupaten Banggai, Ustad Dwi H Abu Aisyah, yang membawakan materi bertema “Selalu Menjaga Kesehatan Fisik Tubuh adalah Bentuk Ketaqwaan terhadap Pemberian Allah SWT.”

Dalam ceramahnya, Ustad Dwi menekankan pentingnya mensyukuri nikmat kesehatan sebagai salah satu bentuk ibadah kepada Allah.

“Kesehatan adalah karunia besar dari Allah SWT. Menjaganya bukan hanya sebatas kebutuhan fisik, tetapi juga wujud nyata dari rasa syukur dan bentuk ketaqwaan kita kepada-Nya.

Baca Juga Berita Ini:  Kado Natal di Balik Jeruji: Lapas Luwuk Berikan Remisi Khusus bagi Warga Binaan

Dengan tubuh yang sehat, kita akan lebih mudah menjalankan ibadah dan kewajiban agama,” tutur Ustad Dwi di hadapan para peserta kajian.

Kajian ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran agama, tetapi juga sebagai langkah strategis Lapas Luwuk dalam menjalankan misi pemasyarakatan, yakni membentuk karakter warga binaan menjadi pribadi yang lebih taat, sadar hukum, dan memiliki semangat perubahan ke arah yang lebih positif.

Dengan menanamkan nilai-nilai spiritual sejak dalam masa pembinaan, diharapkan para WBP akan lebih siap menghadapi kehidupan bermasyarakat setelah bebas nanti.

Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan aman, dengan pengawasan langsung dari petugas pembinaan Lapas.

Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan, menunjukkan semangat mereka dalam memperbaiki diri melalui pendekatan keagamaan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah pun turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

Baca Juga Berita Ini:  BPJS Kesehatan Luncurkan New REHAB 2.0, Cicilan Iuran Lebih Fleksibel !

Ia menyatakan bahwa pembinaan keagamaan seperti Kajian Jumat merupakan bagian penting dalam mempersiapkan WBP agar memiliki mental dan spiritual yang kuat.

“Kami sangat mendukung kegiatan semacam ini. Kajian Jumat bukan hanya rutinitas religius, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan akhlak yang lebih baik dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Rangkaian pembinaan rohani ini menjadi cerminan nyata bahwa Lapas Luwuk tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan keamanan, tetapi juga serius dalam memberikan pembinaan spiritual.

Dengan pendekatan keagamaan yang terus digalakkan, Lapas Luwuk berharap dapat mencetak insan-insan yang lebih baik, sadar diri, serta mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat setelah kembali ke tengah kehidupan sosial.Redaksi/Humas-LPLuwuk**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *