Jadi Penopang Utama DBH Sawit, Asdir PT KLS: Perusahaan Ini Adalah Aset Masyarakat

KABAR BANGGAI – PT. Kurnia Luwuk Sejati (KLS) mencatat kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara dan daerah sepanjang Januari hingga April 2026. Total setoran pajak tercatat mencapai Rp23,1 Miliar, melalui berbagai jenis pajak di sektor usaha perkebunan sawit.

Data yang diperoleh media ini menyebutkan, realisasi pembayaran pajak perusahaan yang di dirikan Alm.H.Murad Husain itu pada bulan Januari 2026 hingga April 2026 sebesar Rp23.158.309.943. Terdiri dari pajak PBB, Pajak Pemanfaatan Air Permukaan, Pajak Kendaraan Bermotor,pajak PBB HGU, Pajak Pertambahan Nilai, PPH Pasal 25/29 (Badan), dan PPH pasal 21.

banner 900x250

Diketahui, pada tahun 2025, perusahaan yang kini telah berusia setengah abad itu merealisasikan pajak sebesar Rp80 miliar lebih.

Praktis, PT.KLS telah memberikan kontribusi besar pada pendapatan daerah melalui Dana Transfer (DBH Sawit) yang perhitungannya ditetapkan sesuai PP nomor 38 tahun 2023.

Baca Juga Berita Ini:  Jalan Kemanusiaan PT KLS, Saat Ambulans Menjadi Jembatan Harapan Bagi Rakyat Banggai

Selain kontribusi tersebut, Investasi PT.KLS sebagai perusahaan padat karya berperan penting mendukung Pemerintah Daerah dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Banggai.

Tercatat, perputaran uang di wilayah kerja PT KLS di Kabupaten Banggai meliputi Moilong, Toili, Toili Barat, Batui dan Luwuk Timur sebesar Rp.300 miliar lebih pertahun. Jika dirata-ratakan setiap bulannya, uang beredar di wilayah itu, sebesar Rp.25 miliar.

Nilai tersebut, terdiri dari hasil pembayaran TBS petani plasma, tukang panen, serta upah ribuan karyawan yang bekerja di perusahaan.

“Komoditi ini tidak hanya memberikan kontribusi besar bagi Pendapatan Daerah dan Negara, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi ribuan petani,”ungkap Asisten Direktur (Asdir) PT.KLS, kepada media ini.

Baca Juga Berita Ini:  Kajati Sulteng Lantik Kajari Banggai Tekankan Integritas dan Profesionalisme Penegakan Hukum

Ferdinand berharap, semua pihak untuk menjaga potensi ini, dalam upaya meningkatkan kontribusi kepada negara, khususnya masyarakat di Kabupaten Banggai.

“Kami bagian dari masyarakat, yang melibatkan banyak masyarakat sebagai tenaga kerja. Ini adalah aset. Untuk itu, agar kami dijaga. Setiap tahun, ratusan miliar perputaran uang di masyarakat. Ini tak lain sebagai bentuk, kontribusi kami kepada negara dalam memberdayakan masyarakat,”ujarnya.

“Perputaran uang sebesar itu menunjukkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin maju dan berkembang,” tambahnya menegaskan.

Sejumlah kalangan menilai, besarnya kontribusi Rp23,1 miliar dalam kurun empat bulan pertama tahun 2026, menjadi indikator aktivitas produksi perusahaan yang terus berjalan serta kepatuhan dalam menjalankan kewajiban fiskal di sektor perkebunan kelapa sawit. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *