Harganas ke-33, Kakanwil Ditjenpas Sulteng Tegaskan Keluarga Kunci Sukses Pembinaan Warga Binaan dan Indonesia Emas 2045

KABAR  BANGGAI  – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng), Herman Mulawarman, menegaskan bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan pembinaan warga binaan sekaligus menjadi fondasi utama menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Penegasan tersebut disampaikan Kakanwil saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di halaman Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Senin (29/6/2026).

banner 900x250

Mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, peringatan Harganas tahun ini menjadi momentum bagi Kanwil Ditjenpas Sulteng untuk memperkuat komitmen bahwa keberhasilan sistem pemasyarakatan tidak hanya ditentukan oleh program pembinaan di dalam lapas dan rutan, tetapi juga oleh keterlibatan keluarga dalam mendampingi proses perubahan perilaku warga binaan hingga kembali ke tengah masyarakat.

Dalam amanatnya, Herman membacakan pidato Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN yang menekankan pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia di tengah tantangan era Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA).

Baca Juga Berita Ini:  Kejati Sulteng Setujui Penghentian Penuntutan Melalui Restorative Justice,Perdamaian Kakak-Adik Jadi Wujud Penegakan Hukum Berhati Nurani

Menurut Herman, pesan tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan dan reintegrasi sosial.

“Tema ‘Ayah Wajib Hadir’ mengingatkan kita bahwa keluarga merupakan ruang pertama dalam membangun karakter.

Di lingkungan pemasyarakatan, dukungan keluarga menjadi faktor penting yang mampu membangkitkan semangat warga binaan untuk berubah, menjalani pembinaan dengan baik, serta kembali menjadi pribadi yang bertanggung jawab ketika kembali ke masyarakat,” tegas Herman.

Ia menambahkan, Kanwil Ditjenpas Sulteng terus mendorong berbagai program pembinaan yang melibatkan keluarga sebagai mitra strategis dalam proses reintegrasi sosial.

Menurutnya, hubungan keluarga yang tetap terjaga akan memperkuat motivasi warga binaan untuk memperbaiki diri sekaligus menekan potensi residivisme setelah bebas menjalani pidana.

“Pemasyarakatan tidak hanya membina individu, tetapi juga membangun harapan melalui penguatan hubungan keluarga. Ketika keluarga hadir memberikan dukungan, peluang keberhasilan pembinaan akan semakin besar. Inilah kontribusi nyata pemasyarakatan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” lanjutnya.

Baca Juga Berita Ini:  Ribuan Paket Bansos Tersalurkan, Kanwil Ditjenpas Sulteng Catat Capaian Kepedulian Sosial Sepanjang 2025

Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti seluruh jajaran Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, mulai dari pejabat struktural, pejabat fungsional, ketua tim kerja, staf, hingga tenaga outsourcing pengamanan.

Seluruh peserta mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah sebagai simbol persatuan, keberagaman, dan semangat kebangsaan yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia.

Melalui peringatan Harganas ke-33, Kanwil Ditjenpas Sulteng menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan pemasyarakatan yang berorientasi pada penguatan keluarga, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta reintegrasi sosial yang berkelanjutan.

Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan warga binaan yang siap kembali menjadi bagian dari keluarga dan masyarakat, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. ( Rilis Humas Kanwilditjenpas Sulteng) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *