KABAR BANGGAI – Suasana khidmat menyelimuti Kota Luwuk saat ribuan masyarakat Kabupaten Banggai memadati Masjid Agung An-Nur untuk melaksanakan salat Tarawih berjamaah pada Rabu malam, 18 Februari 2026. Momentum ini menandai dimulainya rangkaian ibadah di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Turut hadir di tengah-tengah jemaah, Bupati Banggai, Ir. H. Amiruddin, M.M., didampingi oleh Wakil Bupati Banggai, Sekretaris Kabupaten (Sekkab), serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kehadiran jajaran pemerintah daerah ini menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan keagamaan di wilayah Kabupaten Banggai.
Ketua Pengurus Masjid Agung An-Nur Luwuk, H. Asri Asaba, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas penetapan 1 Ramadan oleh Menteri Agama RI yang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan spiritual agar umat Muslim dapat menjalani ibadah puasa sebulan penuh.

Untuk mengakomodasi keberagaman tradisi jemaah, pengurus masjid menyediakan dua opsi pelaksanaan salat Tarawih. “Kami memfasilitasi dua tahap: pertama adalah 8 rakaat ditambah witir, dan tahap kedua sebanyak 20 rakaat ditambah witir,” jelas H. Asri.
Selain itu, Masjid Agung An-Nur juga telah menyiapkan agenda padat selama sebulan ke depan, di antaranya:
- Ceramah Ramadan: Dilaksanakan setiap malam sebelum salat Tarawih.
- Kajian Subuh: Menggantikan ceramah subuh konvensional untuk pendalaman materi keagamaan yang lebih intensif.
- Buka Puasa Bersama: Panitia memprediksi lonjakan peserta hingga 800 orang per hari, naik signifikan dari tahun lalu yang berkisar di angka 400 orang.
- Bazar Ramadan: Menampilkan 120 pedagang takjil dan 20 pedagang pakaian, yang dijadwalkan dibuka langsung oleh Bupati pada Kamis (19/2).
Dalam arahannya, Bupati Amiruddin mengajak seluruh masyarakat untuk mensyukuri kesempatan bertemu kembali dengan bulan suci. Terkait adanya perbedaan awal waktu puasa di sebagian kelompok masyarakat, Bupati memberikan pesan yang menyejukkan.
“Inilah indahnya Islam. Semoga perbedaan-perbedaan ini justru menambah ukhuwah atau persaudaraan kita. Mari perbanyak amal ibadah dan anggaplah Ramadan ini sebagai Ramadan terakhir kita agar kita melaksanakannya dengan maksimal,” ungkap Bupati.
Bupati juga menyentuh aspek tata kota. Pemerintah daerah tahun ini melakukan penertiban bagi pedagang musiman agar tidak berjualan di atas trotoar sekitar masjid. Kebijakan ini diambil demi estetika dan kenyamanan, sehingga pemudik yang datang nantinya mendapatkan kesan indah tentang Kota Luwuk.
“Kami tidak melarang berjualan, namun kami menata lokasinya agar kota tetap indah. Trotoar di sekitar masjid harus bersih untuk menjaga kesucian dan kenyamanan jemaah,” tegasnya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Bupati menginstruksikan 34 dinas di lingkungan Pemkab Banggai untuk menyediakan minimal 100 paket buka puasa setiap harinya secara bergilir di Masjid Agung. Selain itu, guna menjaga stabilitas harga pangan, Pemerintah Daerah juga akan menggelar Pasar Murah setiap minggu selama bulan Ramadan di titik-titik yang telah ditentukan. ( imam ) **











