Gelar Sholat Idul Adha, Kalapas Luwuk Sebut Momentum Ini Jadi Bagian Penting Pembinaan Karakter

KABAR BANGGAI – Ratusan Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk mengikuti pelaksanaan Sholat Idul Adha dengan penuh kekhusyukan. Kegiatan keagamaan yang berpusat di Masjid At-Taubah Lapas Luwuk ini menjadi bagian integral dari program pembinaan kepribadian bagi para Warga Binaan.

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun menyampaikan bahwa perayaan Hari Raya Idul Adha bukan sekadar ritual ibadah tahunan, melainkan sebuah momentum krusial dalam menyentuh hati dan memperbaiki moral para Warga Binaan selama menjalani masa pidana.

banner 900x250

“Hari Raya Idul Adha ini mengajarkan kita tentang keikhlasan, pengorbanan, dan ketaatan. Oleh karena itu, kami menyebut momentum ini jadi bagian penting pembinaan karakter bagi Warga Binaan agar kelak mereka siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar Bahrun.

Baca Juga Berita Ini:  Lapas Luwuk Sambut Ramadhan, 200 Sarung dan 50 Mukena Dibagikan ke WBP

Suasana haru dan khidmat menyelimuti jalannya sholat berjamaah yang juga diikuti oleh jajaran petugas Lapas Luwuk. Gema takbir yang dikumandangkan oleh para Warga Binaan memperkuat atmosfer religius di balik jeruji besi.

Senada dengan Kalapas, Kasi Binapigiatja Lapas Luwuk, Rudi Santoso menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian pembinaan kerohanian yang berjalan rutin di dalam blok hunian. Pihaknya terus konsisten memberikan wadah bagi Warga Binaan untuk meningkatkan kualitas iman.

“Melalui momentum Idul Adha ini, kami berharap nilai-nilai kedisiplinan dan keagamaan yang didapat selama pembinaan bisa benar-benar meresap. Pembinaan kepribadian seperti ini sangat penting sebagai bekal mental mereka sebelum nantinya mengikuti program pembinaan kemandirian atau pelatihan kerja,” ungkap Rudi.

Setelah pelaksanaan ibadah Sholat Ied selesai, kegiatan langsung dilanjutkan dengan prosesi penyembelihan hewan kurban. Pada perayaan Idul Adha kali ini, Lapas Luwuk memotong sebanyak 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing, dimana kurban tahun ini ada peningkatan dari tahun kemarin. Kurban tersebut berasal dari sumbangan petugas Pemasyarakatan dan pihak BRI.

Baca Juga Berita Ini:  Adanya Kecurangan Pilkada Banggai, Yang Membuat PSU Wajib Dilaksanakan!

Pihak Lapas memastikan seluruh proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban dilakukan dengan gotong royong, melibatkan petugas dan Warga Binaan secara langsung. Hal ini juga menjadi sarana untuk memupuk rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan Lapas.

Nantinya, daging hasil kurban tersebut akan disalurkan pada panti asuhan, keluarga Warga Binaan serta sebagian diolah di dapur Lapas untuk kemudian didistribusikan dan dinikmati bersama oleh seluruh Warga Binaan sebagai wujud rasa syukur di hari kemenangan ini.( Rilis Lapas Luwuk ) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *