Gas Pol! Lapas Luwuk Gelar Rapat Evaluasi Demi Wujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi

KABAR BANGGAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk tampaknya tidak ingin setengah-setengah dalam membenahi kualitas pelayanan publik dan integritas instansinya. Guna mempercepat akselerasi pembangunan Zona Integritas (ZI), jajaran Lapas Luwuk langsung tancap gas menggelar rapat evaluasi menyeluruh terkait kesiapan meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, beserta Ketua Tim Pembangunan ZI, Hairul Asman ini dihadiri oleh seluruh ketua kelompok kerja (pokja) dan anggota tim. Fokus utama dalam pertemuan ini adalah membedah capaian serta hambatan yang dihadapi dari 6 area perubahan yang menjadi pilar utama penilaian WBK.

banner 900x250

Dalam arahannya, Bahrun menegaskan bahwa predikat WBK bukan sekadar formalitas di atas kertas atau pemenuhan data dukung aplikasi semata. Lebih dari itu, WBK harus tercermin dalam budaya kerja sehari-hari dan dampaknya harus dirasakan langsung oleh masyarakat maupun Warga Binaan.

Baca Juga Berita Ini:  Peduli Sesama, Kanim Banggai Adakan Layanan Medis & Donor Darah sambut Hari Bakti Kemenimipas

“Kita harus gas pol dan tidak boleh kendor. Evaluasi ini penting untuk melihat sejauh mana komitmen kita berjalan. Pelayanan di Lapas Luwuk harus bersih dari pungli, transparan, dan semakin humanis. Semua lini harus bergerak kompak,” ujar Bahrun dengan tegas di hadapan jajarannya.

Sejalan dengan penegasan tersebut, Ketua Tim Pembangunan ZI Lapas Luwuk, Hairul menyatakan bahwa rapat evaluasi ini menjadi momentum penting untuk mengukur sejauh mana kesiapan tiap pokja, terutama dalam mengidentifikasi celah-celah pelayanan yang masih memerlukan perbaikan instan.

“Menurut saya, seluruh tim harus bergerak cepat dalam menyempurnakan inovasi yang sudah ada serta memastikan data dukung yang menjadi perbaikan agar di benahi.

Baca Juga Berita Ini:  Pembukaan Akreditasi Klinik Lapas Luwuk Resmi Digelar: Awal Penguatan Mutu Layanan Kesehatan

Ia juga menekankan bahwa kunci utama keberhasilan ini terletak pada konsistensi perubahan pola pikir seluruh petugas agar selalu siap memberikan pelayanan prima kapan pun dibutuhkan. ( Rilis Lapas Luwuk ) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *