Dari Warga Binaan untuk Sesama, Kontribusi Nyata Lapas Luwuk Merawat Fasilitas Umum

KABAR BANGGAI  – Keberhasilan pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk tidak hanya ditunjukkan melalui keterampilan dan kegiatan kerja, tetapi juga melalui tumbuhnya kepedulian Warga Binaan terhadap lingkungan dan masyarakat.

Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial berupa perawatan dan pembersihan fasilitas umum di Puskesmas Simpong, Kabupaten Banggai, pada Kamis, 10 September 2026.

banner 900x250

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binapigiatja) Lapas Luwuk, Rudi Santoso, bersama jajaran staf dan 7 orang Warga Binaan yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti asimilasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan pembinaan yang memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk berinteraksi secara positif dengan lingkungan luar sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bakti sosial dilaksanakan melalui kegiatan pembersihan dan penataan fasilitas umum di lingkungan Puskesmas Simpong.

Kehadiran Warga Binaan dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk sinergitas antara Lapas Luwuk dengan sesama instansi pemerintah dalam menciptakan lingkungan pelayanan publik yang bersih, nyaman, dan terawat.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahruun  menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu wujud nyata keberhasilan program pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Baca Juga Berita Ini:  Garda Terdepan Banggai, Sukses Besar Bea Cukai Luwuk Jaga Ekonomi Dan Berantas Barang Ilegal

Menurutnya, pembinaan tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku di dalam Lapas, tetapi juga mempersiapkan Warga Binaan agar mampu kembali dan diterima di tengah masyarakat. “Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembinaan untuk membangun kepedulian, tanggung jawab, disiplin, dan kepercayaan diri Warga Binaan.

Ketika mereka diberikan kesempatan untuk berkontribusi secara positif di lingkungan masyarakat, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa mereka juga memiliki peran dan tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi orang lain,” ujar Kepala Lapas Luwuk.

Ia menambahkan, sinergitas dengan instansi pemerintah seperti Puskesmas Simpong akan terus didorong sebagai bagian dari upaya memberikan ruang pembinaan yang lebih luas bagi Warga Binaan, khususnya mereka yang telah memenuhi persyaratan untuk menjalani program asimilasi.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Simpong, Sumiatry Yanti Emping menyampaikan apresiasi atas kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan Lapas Luwuk.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi lingkungan Puskesmas sekaligus menunjukkan bahwa Warga Binaan mampu berkontribusi secara positif apabila diberikan kesempatan.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Lapas Luwuk atas pelaksanaan kegiatan bakti sosial ini. Kehadiran Warga Binaan sangat membantu dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan Puskesmas.

Baca Juga Berita Ini:  Maknai HUT ke-81 RI, Lapas Luwuk Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis Bersama Puskesmas Simpong

Bagi masyarakat yang datang mendapatkan pelayanan kesehatan, lingkungan yang bersih dan tertata tentu memberikan rasa nyaman,” ungkapnya.

Selain memberikan manfaat secara langsung terhadap kebersihan dan kenyamanan fasilitas pelayanan kesehatan, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk membangun kembali kepercayaan diri, meningkatkan kepedulian sosial, serta belajar berinteraksi secara baik dengan lingkungan masyarakat.

Pelaksanaan bakti sosial tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi gambaran bahwa proses pembinaan di Lapas Luwuk terus diarahkan untuk menghasilkan perubahan yang nyata, bukan hanya dalam diri Warga Binaan, tetapi juga melalui kontribusi positif yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Dari balik Lapas, tumbuh kepedulian. Dari proses pembinaan, lahir kontribusi. Melalui sinergitas dengan berbagai instansi pemerintah,

Lapas Kelas IIB Luwuk terus berupaya mempersiapkan Warga Binaan agar memiliki sikap, keterampilan, dan kepedulian sosial sebagai bekal untuk kembali menjadi bagian yang bermanfaat di tengah masyarakat. (Mj) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *