KABAR BANGGAI – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk dalam mendukung program ketahanan pangan kembali membuahkan hasil. Bertempat di area lahan sempit, para Warga Binaan sukses melangsungkan panen raya sayuran hijau berupa 25 kilogram pakcoy segar pada Kamis (27/08).
Kegiatan pertanian terbuka ini menjadi bagian integral dari pembinaan kemandirian sekaligus bentuk nyata dukungan Lapas Kelas IIB Luwuk terhadap implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya pada sektor kemandirian dan ketahanan pangan nasional.
Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun menegaskan bahwa keberhasilan panen ini membuktikan bahwa keterbatasan tempat dan status pembinaan tidak menghalangi para Warga Binaan untuk tetap produktif dan menghasilkan karya nyata yang bermanfaat.
“Panen pakcoy ini bukan sekadar rutinitas bercocok tanam, melainkan wujud nyata dari komitmen kami dalam menjalankan instruksi dan Program Aksi Kemenimipas. Melalui optimalisasi lahan yang ada, kami ingin memastikan Warga Binaan memiliki keahlian aplikatif di bidang pertanian dan ketahanan pangan yang kelak bisa menjadi bekal berharga saat mereka kembali ke masyarakat,” ujar Bahrun.

Proses budi daya pakcoy ini dikelola secara konsisten di bawah bimbingan dan pengawasan Subseksi Kegiatan Kerja (Giatja). Mulai dari penyiapan media tanam, pemeliharaan harian, pengontrolan pupuk, hingga proses pemetikan dilakukan langsung oleh para Warga Binaan yang telah mendapatkan pembekalan ketrampilan agribisnis.
Kepala Subseksi Giatja, Heru Cahyono menambahkan bahwa kualitas hasil panen kali ini sangat memuaskan dan memiliki nilai jual yang baik.
“Alhamdulillah, panen kali ini mencapai 25 kilogram dengan kondisi sayur yang sangat segar dan sehat. Pembinaan ini kami rancang agar Warga Binaan paham teknik pertanian dari hulu ke hilir. Hasil panen ini nantinya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi di dapur Lapas melalui vendor bama. Hasil dari penyaluran ke pihak vendor ini yang nantinya diputar menjadi premi atau tabungan bagi Warga Binaan yang bekerja,” terang Heru.
Tak kalah penting, selama proses menanam hingga panen, Warga Binaan mendapatkan pendampingan ketat dari petugas lapangan. Petugas pendamping, Kd Dwipa Sukrawan, menegaskan bahwa seluruh tahapan pengolahan hingga pemanenan dipantau secara langsung agar kualitas tanaman tetap terjaga dan kegiatan berjalan aman.
“Kami selalu mendampingi dan memantau Warga Binaan dari awal penyemaian bibit, perawatan harian, hingga proses panen ini. Selain memastikan kualitas pakcoy tetap bagus dan segar, pemantauan ini penting untuk memastikan seluruh kegiatan pembinaan berjalan dengan tertib dan aman,” ujar Kd Dwipa.
Melalui keberlanjutan program pembinaan kemandirian di bidang pertanian ini, Lapas Luwuk terus berupaya menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang produktif, humanis, serta berkontribusi aktif mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Banggai. (Ks) **






