KABAR BANGGAI – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah menjadi sarana pembinaan kerohanian yang berkesan bagi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk. Bertempat di Masjid At-Taubah Lapas Luwuk, seluruh pegawai dan Warga Binaan yang beragama Islam berkumpul untuk mengikuti perayaan yang berlangsung khidmat pada Jumat (4/9).
Acara peringatan tahun ini menghadirkan penceramah utama, yakni Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banggai, Ustadz/Kyai Zainal Abidin, yang membawakan tausiyah bertema “Keteladanan Nabi Muhammad SAW”.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Luwuk dalam memperkuat pembinaan kepribadian dan mental spiritual Warga Binaan selama menjalani masa pidana.
Dalam sambutannya, Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun menekankan pentingnya menjadikan momen Maulid Nabi sebagai titik balik evaluasi diri dan pembentukan karakter bagi Warga Binaan maupun petugas.

“Peringatan Maulid Nabi ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting bagi kita semua, khususnya Warga Binaan, untuk memperkuat karakter dan mental kerohanian.
Kami berharap nilai-nilai kebaikan dan akhlak mulia yang dicontohkan Rasulullah SAW dapat diserap dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di dalam blok hunian maupun saat kembali ke masyarakat kelak,” ujar Bahrun.
Senada dengan hal tersebut, Ustadz/Kyai Zainal Abidin, dalam ceramahnya mengajak seluruh jamaah untuk meneladani sifat-sifat utama Rasulullah SAW seperti kejujuran, kesabaran, dan kasih sayang terhadap sesama.
“Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Tempat dan kondisi kita hari ini tidak membatasi kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Meneladani Rasulullah dimulai dari niat yang tulus untuk memperbaiki diri, memperbanyak istigfar, serta menjaga kerukunan dan kedamaian di antara sesama,” ungkap Ustadz Zainal Abidin di hadapan para pegawai dan Warga Binaan.
Salah seorang Warga Binaan, SR, mengaku memperoleh dorongan untuk lebih mendalami nilai-nilai yang disampaikan dalam peringatan tersebut. Ia berharap pembelajaran keagamaan dapat terus menjadi bagian dari kesehariannya selama menjalani masa pembinaan.
“Saya mendapat banyak pelajaran dari tausiah hari ini. Pesan tentang kesabaran dan memperbaiki diri membuat saya semakin ingin menjalani pembinaan dengan lebih baik,” ungkap SR.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan penuh rasa kekeluargaan. Melalui kegiatan keagamaan ini, Lapas Luwuk terus berupaya menghadirkan program pembinaan kepribadian yang berdampak positif bagi perubahan perilaku Warga Binaan ke arah yang lebih baik.( Rilis Humas Lapas Luwuk ) **






