Cahaya Pemikiran Vs Indonesia Gelap

 Disitulah sumber utama pemborosan anggaran terjadi. Jadi, ngomong efiesensi bukan soal uang semata, melainkan menyangkut mental dan sikap hidup pelaksana kebijakan negara.

Demikian juga dengan soal kabinet gemuk. Kita juga mengerti jika Presiden Prabowo mempunyai banyak program terobosan untuk kemajuan bangsa. Butuh dukungan para menteri dan pejabat selevelnya agar bisa mencapai target pembangunan yang diinginkan.

banner 900x250

 Tapi publik juga melihat dan bisa menilai bahwa dukungan terbaik itu datang dari kualitas skill manusia dan cara berfikir serta cara kerja para pembantunya, bukan dari banyaknya pembantu.

 Jika bisa memilih satu menteri yang banyak  memahami persoalan dan bisa menyelesaikan sepuluh masalah, kenapa harus memilih sepuluh menteri tapi hanya bisa menyelesaikan satu atau dua masalah saja ?!

Baca Juga Berita Ini:  Air Mata di Balik Sepiring Nasi

 Belum lagi jika kita mengoreksi gaya hidup pamer dan banyak bicara para menteri tersebut. Padahal publik sudah tahu track record masing-masing pejabat publik, karena sudah tak ada lagi yang bisa bersembunyi di era keterbukaan ini.

 Nah soal tagar #Kabursajadulu# memang sepintas terasa kurang wise di tengah bangsa ini sedang giat membangun, butuh tenaga tenaga muda energik yang bisa mewujudkan mencintai tanah air dengan aneka karya. Lalu kenapa harus kabur ke luar negeri ?

 Era keterbukaan yang membuat dunia menjadi “kampung global” akan sulit mencegah proses migrasi anak anak muda dari satu negara ke negara lain untuk mencari penghidupan yang layak. Itu kita sangat mengerti. Tapi ‘kan’ tidak mesti menggunakan tagar yang terkesan nyinyir terhadap keadaan negara sendiri.

Baca Juga Berita Ini:  APBD Banggai: Gemuk untuk ASN, Kurus untuk Rakyat

 Di sisi lain pemerintah tak perlu juga bersikap reaktif menyikapi fenomena tersebut. Biarkan saja dan dukung mereka sembari memberikan bekal agar mereka bisa menancapkan panji-panji Nusantara di seluruh belahan dunia.

Itulah sedikit contoh dari sekian banyak masalah bangsa yang perlu disikapi dengan langkah dan tindakan cahaya pemikiran, bukan dengan kegelapan berfikir.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *