Bagaimana Kaum Muslimin Menyikapi Perang Iran vs Israel?

Oleh Imaam Yakhsyallah Mansur*

KABAR BANGGAI – Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Alif Lām Mīm [1] Bangsa Romawi telah dikalahkan, [2] di negeri yang terdekatdan mereka setelah kekalahannya itu akan menang [3] dalam beberapa tahun (lagi).

banner 900x250 banner 900x250

Milik Allahlah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang mukmin [4] karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Dia Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. [5].” (QS Ar-Ruum [30]: 1-5)

Imam Al-Qurthubi Rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat tersebut menunjukkan keajaiban Al-Qur’an dalam memprediksi kejadian di masa depan. Ketika Romawi (Byzantium) dikalahkan Persia (Iran), kaum Muslimin bersedih karena Persia adalah penyembah berhala seperti Quraisy.

Menurut pendapat yang masyhur, Kekalahan Romawi atas Persia terjadi pada tahun 613/614 M (7 tahun seblum hijrah). Hal itu membuat kaum Muslimin bersedih.

Kemudian pada 621 M atau 7 tahun kemudian, Romawi berhasil bangkit dari kekalahannya dan berhasil merebut kembali wilayah-wilayah penting yang sebelumnya jatuh ke Persia, yaitu Syam dan Madain.

Baca Juga Berita Ini:  Kualitas Sekolah Umum dan Madrasah: Sebuah Potret Ketimpangan

Kaum Muslimin condong kepada Romawi yang beragama Nashrani karena kedekatan keyakinan, yaitu sama-sama menyembah Tuhan. Sementara Persia yang beragama Majusi menyembah berhala (api).

Sementara Buya Hamka, dalam tafsir Al-Azhar menyebut, bahwa ayat ini mengajarkan kepercayaan kepada janji Allah Ta’ala. Meskipun secara fisik dan kekuatan tampak lemah, namun kaum Muslimin harus tetap yakin bahwa kebenaran pasti akan menang. Musuh-musuh Islam pasti akan hancur, meskipun bukan dihancurkan oleh kekuatan umat Islam.

Melalui ayat di atas, umat Islam diingatkan untuk tidak hanya melihat sebuah konflik dari sisi politik dan militer saja, tetapi juga dari sisi keadilan dan kekuasaan Allah dalam mengatur dunia ini.

Dalam konteks perang versus Israel, Iran dalam posisi sebagai negara yang menantang hegemoni Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Iran tampil sebagai ikon yang berhasil mendobrak kekuatan Zionis sehingga dunia menyaksikan kehancurannya.

Walaupun Iran dan Israel saling mengklaim kemenangan berada di pihak masing-masing, namun mayoritas masyarakat dunia menganggap Iran yang memenangkan perang. Indikasi itu dapat dilihat dari tujuan Israel yang tidak berhasil menghancurkan instalasi nuklir Iran. Sementara Iran berhasil berhasil memporak-prandakan kota-kota penting di Israel dan menekannya untuk melakukan gencatan senjata.

Baca Juga Berita Ini:  Wacana Anies Jadi Perdana Menteri: Opsi Konstitusional Menyelamatkan Republik

Kemenangan Iran, Babak Baru Perlawanan di Timur Tengah

Selama 12 hari berturut-turut, langit malam di Zionis Israel tampak gelap dan pekat. Rudal-rudal Iran meluncur dengan kecepatan tinggi, membawa pesan perlawanan yang mengguncang pertahanan Israel.

Dalam waktu singkat, beberapa wilayah strategis Israel hancur oleh gempuran rudal balistik dengan presisi tinggi. Dunia tercengang. Kehancuran Zionis ini bukan sekadar keberhasilan militer Iran, tetapi juga sebuah pernyataan bahwa hegemoni Israel di kawasan mulai runtuh.

Iran menunjukkan kepada dunia bahwa tekad yang kuat dan strategi yang tepat dapat mengalahkan dominasi teknologi dan dukungan sekutu internasional.

Serangan rudal Iran tidak hanya menghancurkan bangunan dan infrastruktur penting di Israel, tetapi juga menggerus rasa percaya diri musuh-musuh mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *