Dari sisi kedekatan dengan kaum Muslimin, Iran lebih dekat kepada Islam karena mengakui Allah Ta’ala sebagai tuhan mereka. Sementara Zionis Israel memiliki ideologi anti agama, berulang kali melakukan kejahatan kemanusiaan sehingga menjadi musuh bersama seluruh umat manusia.
Konflik antara Iran dan Israel bukan sekadar pertarungan militer biasa. Perang ini memiliki dimensi ideologis, geopolitik, dan strategis yang kompleks, sehingga perlu kehati-hatian bagi umat Islam untuk menentukan sikap yang tepat.
Sikap Kaum Muslimin
Sebagai Muslim, memberi dukungan kepada pihak tertentu hendaknya berdasarkan pada nilai-nilai keadilan, hikmah, dan maslahat bagi umat secara keseluruhan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ma’idah [5]: 8).
Kecenderungan negara-negara Muslim berdiri di belakang Iran adalah bukti bahwa mayoritas umat Islam, apapun madzab dan aliansinya, mereka bisa berada dalam satu front dalam melawan kejahatan Zionis Israel.
Sikap terbaik kaum Muslimin dalam mencermati perang Iran vs Israel adalah mengapresiasi Iran sebagai pihak yang melawan kedzaliman, penjajahan dan pelaku genosida, yaitu Zionis Israel.
Meski demikian, umat Islam juga harus cerdas dalam membaca situasi, karena perang ini tidak lepas dari kepentingan besar negara-negara adidaya yang sering kali memanfaatkan konflik untuk agenda mereka sendiri.
Selain itu, penting bagi kaum Muslimin untuk terus membangun sinegri dengan pihak-pihak yang memiliki kesamaan visi, guna mengatasi perpecahan yang sering kali dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam. Pendiri gerakan perlawanan Hamas, Syaikh Ahmad Yassin Rahimahullah pernah mengatakan, “Umat Islam harus bersatu melawan penjajahan, dan kekuatan terbesar kita adalah persatuan.”
Umat Islam harus mengambil sikap yang arif dan bijaksana, tidak terjebak dalam provokasi yang merugikan persatuan umat. Sebagai Muslim, kita memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa sikap kita membawa maslahat bagi agama, umat, dan dunia.
Terlepas dari anggapan bahwa terjadi sandiwara dan peran Amerika Serikat (AS), yang jelas, hal itu menunjukkan ketangguhan dan kecanggihan teknologi militer Iran yang berhasil mengalahkan Zionis Israel. Ini adalah pesan bagi dunia bahwa perubahan sedang terjadi di Timur Tengah.
Hegemoni yang selama ini dipegang oleh Israel dan sekutunya kini mulai goyah. Dunia menyaksikan bagaimana Iran, dengan segala keterbatasannya, mampu berdiri melawan dua kekuatan besar Israel dan Amerika Serikat.
Dari peristiwa perang Israel vs Iran itu, umat Islam hendaknya semakin optimis, bahwa kemenangan perjuangan pembebasan Al-Aqsa dan Palestina semakin dekat. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan pertolongan-Nya dari arah mana saja, bahkan dari arah dan pihak yang kita tidak menyangkanya.**






