Transformasi PN Luwuk, Dari Pelayanan Ramah Hingga Digitalisasi

KABAR BANGGAI  – Pengadilan Negeri (PN) Luwuk terus memperkuat komitmennya dalam melakukan transformasi birokrasi yang menyeluruh. Tidak sekadar mengejar status, instansi ini tengah berbenah secara fundamental demi mewujudkan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Predikat ini kini menjadi standar mutu bagi berbagai instansi pemerintah di Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah, sebagai bukti nyata pelayanan yang bersih dari praktik transaksional.

Ketua Pengadilan Negeri Luwuk, Suhendra, menegaskan bahwa pihaknya tengah fokus memenuhi seluruh indikator penilaian yang dipersyaratkan.

Dalam keterangan resminya usai agenda pembagian takjil kepada masyarakat, ia menjelaskan bahwa aspek administratif dan substantif menjadi prioritas utama.

“Untuk meraih WBBM, kami telah mengikuti petunjuk penilaian secara ketat, terutama dalam pemenuhan dokumentasi administrasi yang selaras dengan arahan Dirjen Badilum.

Baca Juga Berita Ini:  Dukung Zona Integritas 2025, PT Pertamina EP Perkuat Sinergi Hukum dengan Kejari Banggai

Salah satu langkah strategis yang kami ambil adalah menggencarkan Public Campaign sebagai sarana edukasi dan pembuktian kepada publik bahwa pembangunan integritas di PN Luwuk berjalan secara nyata,” ujar Suhendra.

Lebih lanjut, Suhendra menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, PN Luwuk akan melakukan reorganisasi besar-besaran pada garda terdepan pelayanan, yakni Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap masyarakat pencari keadilan mendapatkan perlakuan yang humanis dan profesional.

“Pada awal bulan depan, kami akan menata ulang personel di garda depan. Seluruh petugas wajib memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan solutif. Kami ingin masyarakat merasakan perubahan atmosfer pelayanan yang lebih hangat dan transparan,” tambahnya.

Baca Juga Berita Ini:  SIM Keliling Banggai Tetap Beroperasi Selama Ramadhan, Ini Jadwal dan Lokasinya!

Sebagai bagian dari adaptasi teknologi, PN Luwuk juga memperkenalkan aplikasi pelayanan berbasis pesan singkat yang diberi nama “Si Maleo”.

Inovasi ini dirancang untuk memangkas birokrasi yang berbelit-belit. Melalui nomor WhatsApp yang terintegrasi, masyarakat dapat menanyakan informasi perkara atau layanan hukum lainnya dan mendapatkan jawaban secara real-time.

Aksi simpatik pembagian takjil yang dilakukan baru-baru ini pun disebut bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bagian dari kampanye publik untuk menunjukkan bahwa PN Luwuk telah siap lahir dan batin melaksanakan perubahan.

Dengan kombinasi antara keramahan pelayanan fisik dan kecepatan layanan digital, PN Luwuk optimis dapat mengamankan predikat WBBM di tahun ini.( Imam ) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *